Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Darurat Sampah di Jember, TNI, Polri, dan Warga Keroyokan Sulap Sungai Bedadung

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Darurat Sampah di Jember, TNI, Polri, dan Warga Keroyokan Sulap Sungai Bedadung Doc: ANTARA/Zumrotun Solichah
Ket. Warga Jember bersih-bersih sungai dari sampah anorganik dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember, Minggu (27/9).

JEMBER - Warga Kabupaten Jember bersama aparat TNI-Polri, pelajar, dan relawan lingkungan menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah anorganik di sepanjang Sungai Bedadung, Jawa Timur, Minggu (27/9).

Aksi bersih-bersih sungai tersebut juga didukung oleh pemerintah daerah, anggota Polri-TNI, pelajar, mahasiswa hingga aktivis lingkungan yang peduli terhadap ekosistem sungai yang kini tercemar dengan banyaknya sampah anorganik tersebut.

"Kami mengajak masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk peduli terhadap lingkungan, sehingga tidak membuang sampah sembarangan dan ikut serta menjaga ekosistem sungai," kata Koordinator kegiatan bersih sungai, Endik Sunaryadi di Sungai Bedadung.

Menurut dia, aksi bersih-bersih sungai adalah sarana edukasi agar masyarakat semakin paham pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan dan tidak membuang sampah ke sungai karena merugikan masa depan anak cucu kita.

"Menjaga kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama, sehingga mari bersihkan sungai untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian ekosistem sungai terjaga," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Jember, Reno yang prihatin banyaknya sampah plastik di Sungai Bedadung dan mencemari ekosistem sungai yang tidak lagi dipadati oleh ikan air tawar.

"Kami ajak warga yang berada di bantaran sungai untuk ikut gotong royong membersihkan sampah-sampah plastik yang mencemari Sungai Bedadung, sehingga membangun kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan," katanya.

Ia berharap masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sungai karena dapat mengganggu ekosistem lingkungan dan ikan-ikan pun mulai berkurang karena banyaknya sampah.

Tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih sungai, warga juga menebar eco enzim dan melepas bibit ikan air tawar di Sungai Bedadung, sehingga ekosistem sungai tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.