Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Tinggi Tembus 5 Meter, BPBD Cianjur Minta Nelayan Selatan Stop Melaut

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 16:24 WIB | Oleh:
Gelombang Tinggi Tembus 5 Meter, BPBD Cianjur Minta Nelayan Selatan Stop Melaut Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Kantor Bandan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyiagakan petugas dan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sepanjang pesisir pantai Cianjur Selatan guna mengimbau para nelayan agar tidak melaut sementara waktu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Minggu, mengatakan informasi dari BMKG sejumlah pantai di wilayah Jawa Barat termasuk pantai selatan Cianjur selama beberapa hari ke depan mengalami gelombang tinggi.

Sehingga masyarakat terutama nelayan dianjurkan tidak melaut atau mendekati bibir pantai sampai kondisi gelombang kembali reda sebelum melakukan aktivitas mencari ikan ke tengah lautan guna menghindari hal tidak diinginkan.

"Kami menghimbau masyarakat terutama nelayan tidak melakukan kegiatan mencari ikan di laut saat gelombang tinggi karena sangat membahayakan, ketika tetap harus melaut, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian," katanya Minggu (27/9).

Dia menjelaskan bagi nelayan yang tetap harus melaut diminta memastikan kondisi kapal atau perahu sebelum digunakan, terutama memastikan tidak mengalami kebocoran serta menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan lain-lain.

Tidak memaksakan diri ketika gelombang semakin tinggi karena informasi BMKG gelombang tinggi di pantai selatan Jabar dapat mencapai lima meter bahkan lebih sehingga dapat mengancam keselamatan nelayan.

Sehingga untuk melakukan pemantauan dan pengawasan pihaknya menurunkan relawan di sejumlah desa di tiga kecamatan, Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta, termasuk mengimbau nelayan tidak melaut dan memastikan kesiapan alat keselamatan ketika terpaksa melaut.

"Selama ini, BPBD Cianjur dibantu 360 personel Retana yang tersebar di 354 desa dan enam kelurahan di Cianjur, mereka berfungsi membantu melakukan deteksi dini dengan memantau dan mengamati kondisi di wilayah masing- masing," katanya.

Relawan juga melaporkan secara cepat ketika ditemukan potensi bencana dan bahaya termasuk di kawasan pesisir selatan Cianjur, serta melakukan penanganan cepat berkoordinasi dengan aparat setempat ketika terjadi bencana.

"Relawan berfungsi sebagai deteksi dini yang memantau, mengamati, dan melaporkan secara cepat ketika terjadi potensi bahaya dan bencana alam yang akan terjadi di wilayah mereka bertugas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.