Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Ciptakan SpudCell, Sel Sintetis yang Bisa Tumbuh dan Bereproduksi

📅 Senin, 06 Jul 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ilmuwan Ciptakan SpudCell, Sel Sintetis yang Bisa Tumbuh dan Bereproduksi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi

Minnesota – Para ilmuwan dari University of Minnesota, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan SpudCell, sel sintetis yang dibuat sepenuhnya di laboratorium dari bahan kimia tak hidup, tetapi mampu menjalankan sebagian besar fungsi dasar sel hidup, seperti makan, tumbuh, menggandakan materi genetik, dan bereproduksi.

SpudCell menjadi terobosan penting karena merupakan sel sintetis pertama yang berhasil menyelesaikan seluruh siklus hidupnya, mulai dari terbentuk hingga membelah menjadi generasi sel berikutnya, setelah dirakit sepenuhnya dari bahan kimia di laboratorium (bottom-up synthesis).

Sel ini merupakan versi sederhana dari sel hidup yang dirancang untuk membantu ilmuwan memahami komponen genetik dan struktur paling dasar yang dibutuhkan agar kehidupan dapat berlangsung.

Meski memiliki berbagai karakteristik menyerupai organisme hidup, para peneliti belum mengklaim SpudCell sebagai makhluk hidup.

Mereka menjelaskan hingga kini belum ada definisi tunggal yang disepakati secara ilmiah mengenai apa yang disebut "kehidupan". Namun, SpudCell mampu menunjukkan perilaku yang selama ini menjadi ciri utama sel hidup.

"SpudCell mampu melakukan aktivitas yang sering digunakan untuk membedakan benda hidup dan benda mati, yakni makan, tumbuh, menggandakan genom, membelah diri, serta mengalami seleksi. Namun, sel ini jauh lebih sederhana dibandingkan sel alami dan seluruh bagiannya dirakit secara manual di laboratorium," tulis tim peneliti.

Meski demikian, SpudCell belum dapat hidup secara mandiri. Sel tersebut belum mampu membentuk ribosom sendiri, yakni struktur di dalam sel yang berfungsi memproduksi protein.

Karena itu, para ilmuwan masih harus memasok protein dan enzim dari luar agar SpudCell tetap dapat bertahan hidup. Akibat keterbatasan tersebut, setiap garis keturunan SpudCell hanya mampu bertahan selama sekitar lima hingga sepuluh generasi.

Selain itu, genom SpudCell juga jauh lebih kecil dibandingkan sel alami. Genomnya hanya terdiri atas sekitar 90.000 pasangan basa DNA, sedangkan genom manusia memiliki sekitar tiga miliar pasangan basa. Materi genetik tersebut juga tersebar pada tujuh molekul DNA terpisah sehingga tidak selalu seluruh informasi genetik berhasil diwariskan kepada generasi berikutnya.

Memahami asal-usul kehidupan

Pengembangan SpudCell merupakan kelanjutan dari penelitian panjang mengenai minimal cell, yaitu sel sintetis yang hanya memiliki komponen paling dasar untuk menjalankan fungsi kehidupan.

Melalui sel sintetis, ilmuwan dapat mempelajari secara lebih mendalam komponen apa saja yang benar-benar diperlukan agar sebuah sel dapat hidup dan berkembang.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong kemajuan di berbagai bidang, mulai dari penelitian medis, pengembangan terapi baru, biologi sintetis, hingga eksplorasi luar angkasa.

Upaya menciptakan sel buatan telah dilakukan ilmuwan selama lebih dari satu abad.

Sel buatan pertama dikembangkan pada 1957 oleh fisikawan Kanada Thomas Ming Swi Chang. Meski belum menyerupai sel biologis, penemuan tersebut menjadi dasar berbagai inovasi medis, termasuk teknologi penghantaran obat dan penanganan gagal organ.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Megapolitan
Anak Harus Menerima Perlaku...
Megapolitan
Jakarta Tawarkan Aset Inves...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.