Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelurahan Pasar Minggu Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkular Warga

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 17:32 WIB | Oleh:
Kelurahan Pasar Minggu Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkular Warga Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Kelurahan Pasar Minggu melakukan penimbangan untuk disalurkan ke bank sampah terdekat untuk mewujudkan ekonomi sirkular, Jakarta, Kamis (2/7).

JAKARTA - Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengembangkan konsep ekonomi sirkular atau berkelanjutan berbasis warga melalui pengelolaan sampah dari sumber, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai tambah ekonomi.

"Kami mempunyai grand design ekonomi sirkular Kelurahan Pasar Minggu bahwa setiap yang kita lakukan untuk alam ternyata bisa menghasilkan nilai rupiah," kata Lurah Pasar Minggu Meilita Paramanandana saat ditemui di Kantor Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (2/7).

Meilita mengatakan konsep tersebut diwujudkan melalui pengembangan bank sampah, komposter, lodong sisa dapur (losida), budidaya pangan hingga pengumpulan minyak jelantah.

Menurut dia, berbagai inovasi tersebut berangkat dari gagasan warga yang kemudian difasilitasi pemerintah kelurahan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Ia menuturkan saat ini terdapat 12 bank sampah aktif di 10 RW yang secara rutin melakukan penimbangan sampah anorganik setiap bulan.

Bahkan pada Juni 2026, volume sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 800 kilogram dalam sekali penimbangan dan di sejumlah RW sudah dilakukan dua kali penimbangan dalam sebulan.

Selain itu, sejumlah RW juga mengembangkan komposter dan alat pencacah kompos untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

"Setiap yang kita lakukan untuk alam ternyata bisa menghasilkan nilai rupiah," katanya.

Kelurahan Pasar Minggu optimistis konsep ekonomi sirkular tersebut dapat diterapkan di seluruh RW di wilayahnya sebagai upaya menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pengelolaan terpadu, warga didorong memilah sampah sejak dari rumah menjadi tiga jenis yakni organik, anorganik dan residu.

Sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk mendukung urban farming atau pertanian kota di RPTRA dan taman-taman lingkungan.

Hasilnya berupa panen sayuran hingga pengembangan kolam gizi yang dimanfaatkan untuk intervensi balita terduga stunting.

Sementara itu, sampah anorganik disalurkan melalui bank sampah untuk didaur ulang maupun dijual sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Adapun sampah residu diangkut menuju fasilitas pengolahan akhir.

Program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari RT dan RW, kader PKK, Posyandu, PPSU, FKDM, Dasawisma hingga komunitas lingkungan yang berkolaborasi dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ketahanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

DPR Minta Perumnas Jamin Tata Kelola Legalitas Tanah

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
DPR Minta Perumnas Jamin Ta...
Nasional
Menko PM Sebut Ekonomi Krea...
Megapolitan
BMKG: Hujan Buatan Tak Bisa...
Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk  Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.