Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layanan Mata Gratis Disambut Warga Trenggalek, Novita Minta Birokrasi Kesehatan Dibenahi

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Layanan Mata Gratis Disambut Warga Trenggalek, Novita Minta Birokrasi Kesehatan Dibenahi Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini bercengkrama dengan warga penerima layanan kesehatan mata gratis di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (11/5).

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggandeng sejumlah mitra strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan mata gratis bagi warga di Kecamatan Kampak dan Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Novita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (11/5), mengatakan layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami terus melangkah untuk memberikan pelayanan optimal,” kata Novita.

Program layanan kesehatan mata itu diinisiasi bersama lembaga UPRINTIS Indonesia yang didirikannya dengan melibatkan sejumlah mitra, antara lain BPJS Ketenagakerjaan, BPR Jwalita, Klinik Mata EDC, dan PT JET.

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga melalui layanan kesehatan mata.

Novita mengatakan kegiatan serupa rutin dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyadari peran kami sebagai pengayom masyarakat. Kesejahteraan dan perlindungan warga adalah prioritas yang kami jalankan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Selain menghadirkan layanan kesehatan mata gratis, Novita juga menyoroti keluhan masyarakat terkait banyaknya kartu BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan.

Ia mengaku prihatin terhadap berbagai kendala birokrasi layanan kesehatan, termasuk persoalan pengelolaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai masih menyulitkan masyarakat saat membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

“Masalah kesehatan itu sama pentingnya dengan pangan. Jangan sampai program-program krusial ini tergeser oleh fokus pada satu kebutuhan saja,” katanya.

Menurut dia, dampak dari tidak optimalnya layanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sangat besar.

Karena itu, Novita berkomitmen mendorong rekan-rekannya di DPR RI, khususnya Komisi IX, untuk mendesak Kementerian Kesehatan memperbaiki kebijakan layanan kesehatan agar lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat miskin.

“Saya mendorong pemerintah untuk benar-benar memperbaiki arah kebijakannya. Pelayanan kesehatan harus menjangkau semua tanpa hambatan birokrasi yang membebani masyarakat kecil,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.