Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Perubahan Iklim: Hantaman Gelombang Panas Bakal Guncang Ekonomi Eropa

6 Rabu, 01 Jul 2026, 15:47 WIB | Oleh:

Para ekonom memperkirakan dampak inflasi terbesar dari panas ekstrem akan terasa di sektor pertanian dan harga pangan karena kekeringan menurunkan hasil panen.

Sebelumnya, Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan gelombang panas dan kekeringan dapat mendorong inflasi pangan sekitar 0,4–0,9 poin persentase, dan dampaknya berpotensi berlipat ganda dalam 30 tahun mendatang.

Brzeski menyebut panas ekstrem kini menjadi risiko ekonomi struktural bagi Eropa. Ia mengutip analisis Allianz Trade yang memperkirakan Jerman menghadapi risiko kehilangan PDB kumulatif sebesar 131 miliar dolar AS (sekitar Rp2,34 kuadriliun) pada periode 2026–2030.

Suhu di atas 30 derajat Celsius diperkirakan dapat menyebabkan kerugian ekonomi hingga 240 miliar dolar AS (sekitar Rp4,28 kuadriliun) di Prancis, 147 miliar dolar AS (sekitar Rp2,62 kuadriliun) di Italia, dan 120 miliar dolar AS (sekitar Rp2,14 kuadriliun) di Spanyol akibat penurunan produktivitas dan kenaikan biaya energi. Namun Jerman diperkirakan akan menanggung beban yang sangat besar.

Data resmi menunjukkan gelombang panas yang sebelumnya dianggap sebagai biaya sementara dan dapat dipulihkan kini menimbulkan kerusakan jangka panjang pada ekonomi Eropa karena panas ekstrem secara langsung menekan output PDB dan memicu tekanan inflasi melalui gangguan rantai pasok.

“Makalah bersama Universitas Mannheim dan ECB tahun lalu juga menghitung kerusakan ekonomi akiibat gelombang panas, kekeringan, dan banjir pada musim panas 2025. Menurut kajian itu, ekonomi Eropa kehilangan sekitar 0,3 persen output, dan kerugian kumulatifnya bisa mencapai 0,8 persen pada 2029 akibat hilangnya produktivitas, gangguan rantai pasok, dan penurunan pendapatan pariwisata,” ujar Brzeski​​​​​​.

Ia menambahkan bahwa laporan Bank Dunia menyerukan langkah-langkah mendesak untuk mengatasi risiko penurunan produktivitas pekerja dan kerusakan infrastruktur, termasuk pemberian insentif pajak guna mendorong investasi sektor swasta dalam sistem isolasi bangunan, peneduh, dan pendingin udara.

Menurut Brzeski, adaptasi terhadap panas ekstrem kini bukan lagi sekadar kebijakan lingkungan, melainkan kebutuhan ekonomi untuk menjaga produktivitas dan daya saing Eropa. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Sudin SDA Jakarta Pusat Nor...
Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
Rona
Kris Dayanti Ajak Musisi Di...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.