Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ebola Berpotensi Seret Afrika ke Jurang Krisis Ekonomi Global

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Ebola Berpotensi Seret Afrika ke Jurang Krisis Ekonomi Global Doc: AFP/LUIS TATO

MOSKOW - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) memicu krisis sosial-ekonomi berskala besar dan berpotensi menyebabkan kerugian produk domestik bruto (PDB) negara-negara Afrika hingga 3,6 miliar dolar AS (sekitar Rp64,26 triliun), menurut Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

Dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (29/6), UNDP menyatakan wabah penyakit akibat virus Ebola (EVD) di DRC diperkirakan dapat mendorong sekitar 985 ribu orang lagi untuk jatuh ke jurang kemiskinan.

Laporan tersebut juga menyebut krisis Ebola berisiko menghilangkan puluhan ribu lapangan kerja, mengganggu layanan pendidikan dan kesehatan, serta menyebabkan kerugian ekonomi bagi negara-negara Afrika hingga 3,6 miliar dolar AS apabila dampak regional maupun global semakin memburuk.

Menurut UNDP, wabah tersebut menjadi guncangan yang memperparah kemiskinan di DRC dan negara-negara tetangganya, termasuk Uganda, Rwanda, dan Sudan Selatan.

Meski ancaman terhadap kesehatan masyarakat sangat serius sehingga memerlukan langkah-langkah karantina, pembatasan yang lebih luas terhadap mobilitas masyarakat dan perdagangan secara tidak langsung telah menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi perekonomian lokal dan mata pencaharian sektor informal.

UNDP memperkirakan bahwa bahkan dalam skenario dasar ketika penyebaran virus berhasil dikendalikan di DRC dan Uganda, dampak ekonominya tetap sangat besar.

Dalam skenario tersebut, DRC diproyeksikan mengalami kehilangan PDB riil lebih dari 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17,5 triliun) dan sekitar 55 ribu lapangan kerja akan hilang.

Laporan itu juga memperingatkan bahwa gangguan perdagangan, pembatasan lintas perbatasan, serta keterlambatan transportasi dapat menyebabkan kontraksi PDB Afrika sebesar 2,37 miliar dolar AS (sekitar Rp42,3 triliun).

Selain itu, 20 persen rumah tangga termiskin diperkirakan mengalami penurunan konsumsi harian yang menghapus berbagai capaian pembangunan yang selama ini telah diraih serta berpotensi memicu krisis kemiskinan jangka panjang.

Sebelumnya pada 15 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang berpotensi menimbulkan risiko bagi negara lain, dengan tingkat risiko penyebaran virus di kawasan dinilai tinggi.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal akibat wabah tersebut telah mencapai 377 orang, sementara jumlah kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 1.307 kasus. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

New Zealand Siap Dongkrak Produksi Susu Indonesia

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
New Zealand Siap Dongkrak P...
Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
37 Komoditas Sumber Inflasi Dicermati
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.