Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antiklimaks! Itulah Gambaran Perjalanan Timnas Belanda, Buah Meninggalkan Gaya Permainan Total Football

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 17:53 WIB | Oleh:

Di babak tambahan waktu, penguasaan bola Belanda hanya 17 persen. Hal ini menimbulkan kesan yang jelas bahwa mereka lebih menunggu adu penalti daripada mengakhiri laga dengan kemenangan di waktu tambahan.

Kekecewaan Ibrahimovic memang ada dasarnya. Meski berasal dari Swedia, tapi pria 44 tahun itu paham betul gaya sepak bola Belanda setelah ia menimba ilmu bersama Ajax Amsterdam selama tiga tahun dan memperkuat Barcelona selama satu tahun. Dua klub ini sangat mengenal Total Football, filosofi yang menjadi wajah sepak bola Negeri Kincir Angin.

Dari sini terlihat, mental Koeman bukan sebagai pelatih yang bermain untuk menang, melainkan bermain untuk tidak kalah. Dan oleh karena itu, pendekatan bertahan ia pilih.

"Dia tampak seperti pelatih Italia, bermain agar tidak kalah," ucap Ibrahimovic.

Di sisi lain, Koeman membela keputusannya bahwa pendekatan lebih bertahan ini diterapkan karena timnya selalu kebobolan di tiga laga babak grup. Dalam kesempatan yang sama ia juga tak peduli kritikan tajam yang dilontarkan kepada dirinya akibat memilih bermain lebih bertahan.

Sementara itu, pelatih Maroko Mohamed Ouahbi, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan timnya justru terletak pada keberanian untuk tetap memainkan gaya sepak bola yang sudah menjadi identitas mereka.

Pendekatan bermain inilah yang membuat Maroko menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026, juga menempatkan mereka bertengger di peringkat enam dunia, satu strip di atas Belanda.

Sang wakil Afrika ini kembali bertekad untuk mengulangi kesuksesan di Piala Dunia 2022 Qatar, dengan ujian berikutnya di babak 16 besar adalah menghadapi tuan rumah Kanada pada Minggu (5/7) pukul 00.00 WIB di Stadion Houston, Amerika Serikat.

Sedangkan untuk Belanda, kisah di Piala Dunia kembali berakhir dengan kekecewaan. Mimpi mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola ini untuk pertama kalinya kembali harus tertunda.

Kini, dengan Koeman yang sudah mengundurkan diri sebagai pelatih kepala, Belanda harus membuka lembaran baru, menata ulang semuanya dari awal. Dari babak kualifikasi, sampai putaran final.

Empat tahun lagi di Maroko, Portugal, dan Spanyol, kesempatan itu akan datang kembali.

Coba lagi di Piala Dunia berikutnya, Belanda. Semoga beruntung. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penelitian mahasiswa di lub...
Ekonomi
Harga Kambing Merosot di Te...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.