Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Semua Penumpang MV Hondius Masuk Status Kontak Risiko Tinggi

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 19:07 WIB | Oleh:
WHO: Semua Penumpang MV Hondius Masuk Status Kontak Risiko Tinggi Doc: AFP/JORGE GUERRERO

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (9/5) mengatakan bahwa semua orang yang berada di atas kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus harus dianggap sebagai kontak "berisiko tinggi" dan dipantau secara aktif selama 42 hari.

"Kami mengklasifikasikan semua orang di atas kapal sebagai apa yang kami sebut kontak berisiko tinggi," tutur Maria Van Kerkhove, direktur kesiapsiagaan dan pencegahan epidemi dan pandemi WHO, dalam sebuah konferensi pers.

Dia mengatakan bahwa saat ini "tidak ada seorang pun di atas kapal yang menunjukkan gejala." Akan tetapi, dia merekomendasikan "pemantauan dan penindaklanjutan aktif terhadap seluruh penumpang dan awak kapal yang turun dari kapal selama periode 42 hari."

Namun, Kerkhove menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum dan warga Kepulauan Canary, yang merupakan tempat kapal MV Hondius dijadwalkan akan berlabuh pada Minggu (10/5), masih tergolong "rendah."

Menurut update berita Disease Outbreak News WHO pada Sabtu, penyakit pernapasan parah pertama kali dilaporkan di kapal pesiar tersebut pada 2 Mei.

Saat itu, terdapat 147 penumpang dan awak kapal di atas kapal, sementara 34 lainnya telah turun lebih dahulu. Seluruh titik kontak WHO di negara-negara terkait telah diberi informasi dan mendukung pelacakan kontak internasional.

Hingga Jumat (8/5), delapan kasus bergejala telah dilaporkan, termasuk tiga kematian. Enam kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi hantavirus Andes (ANDV).

WHO mendesak negara-negara yang terlibat untuk terus melanjutkan koordinasi kesehatan masyarakat, termasuk pelacakan kontak, penanganan kasus, pencegahan penularan, serta komunikasi yang transparan.

Menurut WHO, gejala awal infeksi hantavirus meliputi sakit kepala, pusing, menggigil, demam, nyeri otot, serta gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Mengingat penularan pragejala dalam wabah ANDV sebelumnya tidak sepenuhnya dapat dikesampingkan, WHO juga merekomendasikan pemantauan mandiri, evaluasi medis, dan penggunaan masker untuk kontak-kontak berisiko rendah apabila gejala muncul. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Tips Mengelola Bisnis Tempa...

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.