Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antiklimaks! Itulah Gambaran Perjalanan Timnas Belanda, Buah Meninggalkan Gaya Permainan Total Football

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 17:53 WIB | Oleh:

Ya, Belanda memang mencetak gol lebih dulu pada menit ke-72 melalui gol Cody Gakpo. Namun, gol ini tak lahir dari pendekatan yang dilakukan Koeman sejak awal, melainkan tepat setelah ia mengembalikan kekuatan utama Oranye dengan memainkan formasi 4-3-3.

Wout Weghorst, yang baru dimasukkan setelah hydration break, di momen ini memberikan dampak instan dengan memberikan pre-assist kepada Crycensio Summerville yang kemudian memberikan assist kepada Gakpo.

Belanda hampir keluar sebagai pemenang, namun takdir di Monterrey lebih berpihak kepada mereka yang bermain lebih berani.

Issa Diop maju ke kotak penalti untuk menyelesaikan umpan Chemsdine Talbi pada menit ke-90+1. Papan skor berubah menjadi 1-1. Gol ini memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu, lalu ke adu penalti. Di babak adu tos-tosan ini, kebahagiaan hinggap di pihak Maroko lewat Ismael Saibari sebagai penendang penentu.

Meski terlihat mampu mengimbangi Maroko sampai babak terakhir, sejatinya Belanda-lah yang merugi. Pasalnya, sepanjang laga mereka tak bisa berbuat banyak, tak seperti yang mereka lakukan di babak fase grup.

Statistik Sofascore memperlihatkan laga melawan Maroko adalah penguasaan bola paling sedikit yang dimiliki Belanda di Piala Dunia 2026, dengan jumlah 30 persen. Rendahnya penguasaan bola ini membuat intensitas serangan mereka juga menurun, dengan hanya melakukan enam tembakan saja.

Padahal, dari tiga laga sebelumnya, Belanda dikenal selalu "mendikte" lawan-lawannya. Rata-rata jumlah penguasaan bola sebesar 60,6 persen, yang dibarengi dengan 13,3 tembakan setiap laga menjadi bukti.

Dengan kata lain, perubahan pendekatan yang dilakukan Koeman justru membuat Belanda menjauh dari kekuatan terbaiknya. Artinya, jika pendekatan yang sama tetap dilakukan, mungkin saja peluang menang untuk Belanda akan lebih besar. Ditambah, momentum sedang mereka pegang setelah menjadi tim tersubur di babak grup bersama Jerman dan Prancis.

Kekecewaan Ibrahimovic

Legenda hidup timnas Swedia Zlatan Ibrahimovic memberikan kritikan keras kepada Koeman setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 lebih cepat.

Ibrahimovic, dengan jujur mengatakan, bahwa tersingkirnya Belanda murni karena kesalahan Koeman yang tak mengenal identitas asli dari negaranya dengan membuat timnya bermain bertahan, alih-alih memainkan sepak bola menyerang yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas mereka.

"Mereka kalah dengan identitas yang bukan identitas Belanda, dan ini membuat saya marah,” kata Ibrahimovic di Fox Network, tempat ia bertugas sebagai analis.

Kritik Ibrahimovic menegaskan bahwa Belanda tanpa alasan yang jelas telah meninggalkan gaya permainan mereka, di mana tim ini dalam waktu yang lama mengabaikan penguasaan bola progesif dan hanya bertahan di dekat kotak penalti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

BMKG: Suhu Udara Indonesia Masih Normal

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG: Suhu Udara Indonesia ...

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Menteri UMKM: Ojol Resmi Ja...
Nasional
Kemkomdigi Tutup Masa Sangg...
Daerah
PT KAI: Penumpang KA BIAS N...

OJK Restui Merger Enam Bank di Sumatera

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
OJK Restui Merger Enam Bank...
Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

Otoritas Malaysia Turunkan Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi Selama Sepekan

01 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.