Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Respons Dampak Perubahan Iklim, Kemendes PDT Inisiasi Pembentukan Desa Bebas Sampah

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Respons Dampak Perubahan Iklim, Kemendes PDT Inisiasi Pembentukan Desa Bebas Sampah Doc: antara foto
Ket. Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, dalam kegiatan sosialisasi di Kabupaten Serang, Banten, Selasa (30/6).

SERANG - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Bank Dunia (World Bank) melalui program "Sehati" guna merespons dampak perubahan iklim di tingkat akar rumput, salah satunya dengan menginisiasi pembentukan desa berketahanan iklim dan desa bebas sampah.

Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, dalam kegiatan sosialisasi di Kabupaten Serang, Banten, Selasa (30/6), menyoroti tantangan pengelolaan lingkungan di pedesaan yang kerap berakar pada minimnya fasilitas dan kebiasaan masyarakat.

"Karena mungkin masih ada kebiasaan keluarga di desa yang membuang sampah sembarangan. Nah, ini yang mau kita ubah melalui pemberdayaan masyarakat," ujar Yandri saat peluncuran perdana program tersebut.

Ia mengatakan untuk mewujudkan target desa bebas sampah secara efektif, Kemendes PDT meminta pendampingan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memberikan supervisi, khususnya yang berkaitan dengan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah perdesaan.

Inisiatif lingkungan ini merupakan bagian terintegrasi dari program Sehati yang berfokus pada ekonomi hijau dan ketahanan pangan lokal. Pelaksanaannya dikawal melalui skema kolaborasi multisektor yang melibatkan delapan pihak strategis.

Selain dukungan pendanaan dari Bank Dunia, program ini merangkul unsur pemerintah daerah secara langsung, mulai dari gubernur hingga bupati. Turut dilibatkan pula 10 asosiasi pemerintahan desa di tingkat nasional, seperti PAPSI, PAPDSI, dan APDSI, guna memastikan kebijakan ini relevan dengan kondisi lapangan.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan setelah persoalan lingkungan dan iklim di tingkat desa tertata melalui program ini, tujuannya akan bermuara pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Desa berketahanan iklim diharapkan mampu mendukung kelancaran hilirisasi produk unggulan desa dan menopang visi swasembada pangan hingga protein yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Provinsi Banten terpilih menjadi lokasi kick-off pelaksanaan program berskala nasional ini. Acara peluncuran tersebut turut disaksikan langsung oleh sekitar 600 peserta, yang terdiri dari para kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga jajaran camat se-Kabupaten Serang.

Like, Share, Comment:

Komentar (2)

Ajaib Crypto
Ajaib Crypto
30 Jun 2026, 15:56 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
⤴️ Balasan untuk Ajaib Crypto
Ajaib Crypto
Ajaib Crypto
30 Jun 2026, 15:57 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Cegah Kanker Sejak Dini, YK...

Riyadh Dibombardir Houthi, Piala Asia 2027 Pindah atau Tunda?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Riyadh Dibombardir Houthi, ...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.