Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Gandeng Jerman, Bank Dunia, dan Norwegia Percepat Rehabilitasi Mangrove

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Gandeng Jerman, Bank Dunia, dan Norwegia Percepat Rehabilitasi Mangrove Doc: Antara
Ket. Direktur Rehabilitasi Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, menghadiri Kick Off Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Forest Programme (FP) VI di Kaltara, Selasa (30/6).

Tanjung Selor, Kaltara - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjalin kerja sama internasional untuk mengelola dan merehabilitasi hutan mangrove.

Kerja sama itu kata Direktur Rehabilitasi Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, dilakukan karena Pemerintah Indonesia menyadari adanya keterbatasan-keterbatasan dalam pengelolaan mangrove.

“Pengelolaan mangrove tentunya membutuhkan pendanaan yang tidak kecil. Sehingga kita menjalin kerja sama dengan berbagai institusi atau negara lain secara internasional untuk berinvestasi atau memberikan kontribusinya terhadap pengelolaan mangrove di Indonesia,” ujarnya di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (2/7).

Salah satu program yang dilaksanakan Kemenhut, sebutnya, yaitu Forest Programme (FP) VI yang merupakan kerja sama bilateral Indonesia-Jerman dan itu telah berlangsung lama dalam memfasilitasi konservasi, restorasi, serta pengelolaan pilot mangrove untuk mendukung kelestarian mangrove di Indonesia.

“Salah satunya adalah FP VI yang founding donornya adalah KfW Development Bank (bank pembangunan Jerman),” katanya.

KfW Jerman ini, lanjutnya, sudah banyak membantu Indonesia mulai dari FP I, sekarang FP VI dan nanti ke depan akan ada FP VII dengan bidang yang berbeda-beda.

“Khusus untuk mangrove, ini difasilitasi dan diakomodasi dalam FP VI dengan kegiatannya mengambil lokasi sasaran di empat provinsi dan salah satunya adalah Provinsi Kaltara,” ungkapnya.

Karena itu, kata Nikolas, Kemenhut berharap bahwa dengan adanya dukungan dari FP VI ini nantinya bisa mendukung pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia.

“Ada juga kegiatan-kegiatan yang dialokasikan tidak hanya di aspek fisik dalam hal ini pemulihan rehabilitasi mangrove, tetapi juga kegiatan-kegiatan nonfisik,” ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Rehabilitasi Mangrove juga menyampaikan bahwa dukungan tidak hanya berasal dari KfW, tapi di Kaltara khususnya juga ada dukungan dari Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dari Bank Dunia.

“Saat ini juga sedang berlangsung adalah pendanaan melalui kegiatan FOLU Net Sink yang kontribusi pendanaannya saat ini berasal dari Negara Norwegia,” katanya.

Menurutnya, dukungan bantuan ini di satu sisi hal positif bagi pemerintah daerah untuk dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin demi perbaikan lingkungan, khususnya mangrove.

Tetapi di lain sisi juga, lanjutnya, menjadi tantangan ke depan menyinergikan dukungan bantuan-bantuan ini untuk keberlanjutan pengelolaan mangrove yang berkontribusi positif terhadap masyarakat di sekitar mangrove, khususnya di Kaltara.

“Sinergi itu penting, karena dukungan ini tidak hanya dari kita dari Kemenhut. Kami harapkan juga ini bisa menjadi pemantik nanti ke depannya agar kementerian-kementerian yang lain yang punya atensi terhadap mangrove,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.