Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bogor Tekankan Kualitas dan Kenyamanan Saat Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 13:20 WIB | Oleh:
Wali Kota Bogor Tekankan Kualitas dan Kenyamanan Saat Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meninjau langsung sekaligus mengevaluasi lahan yang akan menjadi lokasi Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (23/9).

Saat ini, dari total luas lahan 5 hektare, seluas 2,5 hektare sedang dalam proses land clearing. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, beberapa bidang lahan berada di lokasi berkontur dan cukup terjal sehingga perlu dilakukan penyesuaian.

Untuk itu, Wali Kota Dedie Rachim mengusulkan agar lahan yang berada di bagian atas area land clearing juga dapat menjadi bagian dari kawasan Sekolah Rakyat. Dengan demikian, lahan di bagian bawah nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana pendukung fasilitas Sekolah Rakyat.

"Ada beberapa potensi aset kita yang bisa nanti dimanfaatkan langsung oleh Sekolah Rakyat. Kenapa saya memprioritaskan? Karena yang akan sekolah di sini jenjang SMP dan SMA kurang lebih sampai dengan 2.000 siswa, yang notabene mereka adalah warga Kota Bogor dari keluarga prasejahtera," ungkap Wali Kota Dedie Rachim.

Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut nantinya akan dikerjasamakan antara Pemkot Bogor dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Sosial untuk membangun sekolah dengan konsep seperti boarding school. Dengan konsep tersebut, anak-anak akan mendapatkan pendidikan yang baik dengan lingkungan belajar yang mendukung, sehingga ke depan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka.

"Sekolahnya gratis, mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang memadai, dengan fasilitas sarana dan prasarana yang juga memadai. Tentu nantinya ke depan akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga di Bogor yang selama ini mungkin masih prasejahtera, tidak memiliki akses terhadap pemberdayaan dan juga peningkatan mutu maupun hal lainnya," ujar Wali Kota Dedie Rachim.

Wali Kota Dedie Rachim menegaskan, sebelum pembangunan dimulai, seluruh aspek harus dipastikan, mulai dari kondisi area, lahan, hingga fasilitas pendukung agar para siswa dapat belajar dengan nyaman, aman, serta tumbuh dan berkembang dengan baik.

Area tersebut sebelumnya merupakan Terminal Agribisnis yang telah ada sejak 2004, namun belum berjalan secara optimal. Pemanfaatan kawasan tersebut sebagai Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Bogor Selatan.

Selain itu, Pemkot Bogor juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah Kertamaya.

Wali Kota Dedie Rachim meyakini melalui pendidikan akan lahir SDM unggul dari wilayah Bogor Selatan yang menjadi bagian dari generasi emas sebagai penopang Indonesia Maju dan sejahtera, dimulai dari Kota Bogor. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Percepat Penat...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.