Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Imbau Warga Tak Pakai Plastik untuk Bungkus Hewan Kurban

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 11:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Imbau Warga Tak Pakai Plastik untuk Bungkus Hewan Kurban Doc: ANTARA
Ket. Arsip Foto - Distribusi daging kurban Idul Adha di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan menggunakan wadah ramah lingkungan, Sabtu (7/6/2025).

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau warga atau penyelenggara pemotongan hewan kurban agar tidak menggunakan plastik sekali pakai, khususnya yang berwarna hitam untuk membungkus hewan kurban karena tidak ramah lingkungan.

"Jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai, khususnya plastik hitam. Masih banyak yang menggunakan karton plastik untuk menjadi wadah daging-daging kurban, yang akhirnya menjadi timbulan sampah," kata Ketua Subkelompok Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, RM Aldin Praka, dalam acara daring di Jakarta, Selasa (12/5).

Alih-alih plastik, wadah yang disarankan, antara lain besek bambu (anyaman), daun pisang, atau wadah makanan guna ulang yang dapat dibawa sendiri oleh penerima hewan kurban.

"Jadi, lebih baiknya menggunakan wadah anyaman yang memang sudah disosialisasikan dari tahun kemarin, atau lebih baik menggunakan wadah sendiri untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan," tutur Aldin.

Lebih lanjut, dia juga meminta kepada panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban untuk mensosialisasikan wadah ramah lingkungan kepada penerima hewan kurban.

Imbauan tersebut masih sama seperti yang disuarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dua tahun yang lalu, yakni melalui prinsip Eco Qurban dalam pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha.

Eco Qurban merupakan praktik penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang berprinsip pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan on-site atau di lokasi pemotongan guna meminimalisir pencemaran lingkungan.

Salah satu yang diatur, yakni penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging, seperti besek bambu, daun pisang, atau wadah makanan guna ulang pribadi daripada plastik sekali pakai. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Pemerintah lunasi utang obligasi BLBI

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Ekonomi
Produksi Animatronik untuk ...

Seniman Den Baguse Ngarso tutup usia

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Ekonomi
Kementerian ESDM menjamin s...
Ekonomi
Permintaan tabung oksigen d...
Megapolitan
Agro eduwisata tanaman kopi...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.