Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Kreatif Bawa Ekonomi Restoratif Relevan untuk Masyarakat

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 22:23 WIB | Oleh:
Industri Kreatif Bawa Ekonomi Restoratif Relevan untuk Masyarakat Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menghadiri Kunstkring Dialogue, Forum Diskusi Ekonomi Restoratif 2026, di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Jumat (26/6).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar memandang industri kreatif berperan menjadikan praktik restoratif relevan bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, serta proses produksi hingga pemasaran yang tidak bersifat eksploitatif.

“Dari sebelum storytelling sudah ada yang namanya produksi barangnya secara tidak ekstraktif, bagaimana pengemasan barangnya, bagaimana pemasaran barangnya sampai ke konsumen. Ini adalah tali rantai yang tidak bisa terputuskan,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam forum diskusi Kunstkring Dialogue tentang ekonomi restoratif, Wamen Ekraf menegaskan komitmen Kementerian Ekraf mendorong ekonomi restoratif melalui penguatan industri kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Irene menambahkan, ekonomi restoratif merupakan langkah lanjutan dari konsep sustainability. Fokusnya tidak lagi sekadar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ekonomi kreatif didorong untuk ikut memulihkan lingkungan, budaya, dan ekosistem sosial melalui aktivitas ekonomi.

Dalam hal ini, ekonomi kreatif berperan menghubungkan praktik restoratif dari proses produksi hingga pemasaran, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam dialog ini, juga ditekankan bahwa ekonomi restoratif merupakan pendekatan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memulihkan lingkungan, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kerangka ASIK (Alam, Sejarah, Imajinasi, dan Kolaborasi) dinilai menjadi fondasi untuk membangun daerah dengan menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga sumber daya dan identitas yang menjadi kekuatan utamanya.

“Inovasi dan kolaborasi ini merupakan the future. Unique selling points ekonomi kreatif Indonesia itu terletak pada budaya dan sejarah kita. Dengan adanya itu barulah kita bisa mendefinisikan ke depannya seperti apa,” katanya lagi.

Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa kreativitas dan imajinasi. Tantangan utama bukan mencari lebih banyak sumber daya, melainkan memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar potensi daerah berkembang secara berkelanjutan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

36 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.