Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani: Regulasi yang Tidak Adil Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Desa

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 21:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Saya kira aturan teknisnya memang perlu dibicarakan lebih lanjut agar dampaknya terhadap industri tidak semakin berat," ujarnya.

Produksi Terus Menurun

Tauhid menunjukkan bahwa tren produksi rokok nasional terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada saat yang sama, kontribusi industri hasil tembakau terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga mengalami pelemahan.

Jika pada kuartal I 2022 kontribusi sektor tersebut terhadap PDB masih sekitar 0,79 persen, maka pada kuartal I 2026 turun menjadi sekitar 0,59 persen.

Bahkan pertumbuhan sektor industri hasil tembakau pada kuartal I 2026 tercatat minus 4,05 persen.

"Tanpa PP pun industri ini sebenarnya sudah mengalami tekanan yang cukup berat. Kalau kemudian seluruh aturan baru diberlakukan sekaligus, tentu tekanannya akan semakin besar," kata Tauhid. 

Tauhid juga menyoroti meningkatnya peredaran rokok ilegal yang dinilai berkaitan erat dengan penurunan daya beli masyarakat.

Menurutnya, konsumen mulai beralih dari produk legal ke produk yang lebih murah, termasuk rokok ilegal maupun produk dengan tarif cukai lebih rendah.

Fenomena tersebut menyebabkan penerimaan negara tidak meningkat secara optimal meskipun tarif cukai telah beberapa kali dinaikkan.

"Nilai ekonomi rokok ilegal sangat besar. Kalau peredarannya terus meningkat, bukan hanya negara yang kehilangan penerimaan, tetapi juga industri legal yang dirugikan," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga memicu fenomena downtrading, yakni perpindahan konsumen dari rokok dengan harga lebih tinggi menuju produk yang lebih murah.

Akibatnya, segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) mengalami tekanan lebih besar dibandingkan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.