Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani: Regulasi yang Tidak Adil Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Desa

3 Jumat, 26 Jun 2026, 21:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani: Regulasi yang Tidak Adil Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Desa Petani: Regulasi yang Tidak Adil Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Desa Doc: istimewa
Ket. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sahminuddin, dalam diskusi yang diselenggarakan Masyarakat Pemerhati Tembakau di Jakarta, Jumat (26/6). Ia menilai pembahasan mengenai tembakau tidak dapat dilakukan hanya dari satu sudut pandang, melainkan harus melihat keseluruhan ekosistem termasuk sisi hulu

JAKARTA-Petani tembakau meminta pemerintah untuk mempertimbangkan dampak langsung di sektor hulu jika kebijakan terkait industri hasil tembakau tidak mengedepankan asal keadilan.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sahminuddin, menilai pembahasan mengenai tembakau tidak dapat dilakukan hanya dari satu sudut pandang, melainkan harus melihat keseluruhan ekosistem yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Menurutnya, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian ataupun produk industri, melainkan sumber kehidupan jutaan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor.

"Menganalisis tembakau tidak bisa memakai kacamata kuda. Tidak bisa hanya melihat dari sisi kesehatan atau hanya dari sisi industri. Bicara tembakau berarti bicara multisektor, mulai dari tenaga kerja, ekonomi, budaya, agama sampai keamanan," ucapnya dalam diskusi yang diselenggarakan Masyarakat Pemerhati Tembakau di Jakarta, Jumat (26/6).

Sahminuddin menggambarkan perubahan sosial yang terjadi di berbagai sentra produksi tembakau, khususnya di Pulau Lombok, NTB.

Menurutnya, sebelum masyarakat mengenal budidaya tembakau Virginia, kondisi ekonomi petani sangat terbatas. Namun setelah tembakau berkembang, pendapatan masyarakat meningkat secara signifikan sehingga mampu memperbaiki kualitas hidup keluarga.

Ia mencontohkan, masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses layanan kesehatan kini mampu membawa anggota keluarganya berobat hingga ke dokter spesialis.

Baginya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan sektor pertanian tembakau.

"Semua pelayanan kesehatan membutuhkan biaya. Orang bisa berobat karena memiliki pekerjaan. Kalau lapangan pekerjaan hilang, bagaimana masyarakat bisa membiayai kebutuhan hidupnya?" katanya. 

Tembakau Membiayai Pendidikan Hingga Ibadah Haji

Di Lombok, lanjut Sahminuddin, masyarakat bahkan mengenal filosofi empat M yang menggambarkan manfaat ekonomi dari hasil bertanam tembakau.

Empat tujuan utama tersebut adalah membiayai keberangkatan ke Makkah untuk berhaji, membangun rumah, menyekolahkan anak hingga jenjang yang lebih tinggi, serta membeli kendaraan sebagai sarana penunjang aktivitas ekonomi keluarga.

Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa industri hasil tembakau memiliki nilai sosial yang jauh melampaui aktivitas bisnis semata.

Karena itu, setiap kebijakan pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di daerah penghasil tembakau.

Penyederhanaan Golongan Cukai Dinilai Memukul Industri

Selain menyoroti kesejahteraan petani, Sahminuddin juga mengkritisi kebijakan penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Terkonfirmasi, Jenderal LSP...
Nasional
Polri Tetapkan 3 Tersangka ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.