Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bloomberg Soroti Danantara, Aturan Baru Indonesia Dinilai Berpotensi Tarik Dana 'Bermasalah'

4 Jumat, 26 Jun 2026, 18:02 WIB | Oleh:
Bloomberg Soroti Danantara, Aturan Baru Indonesia Dinilai Berpotensi Tarik Dana 'Bermasalah' Bloomberg Soroti Danantara, Aturan Baru Indonesia Dinilai Berpotensi Tarik Dana 'Bermasalah' Doc: Istimewa
Ket. Langkah tersebut berisiko memengaruhi reputasi Indonesia di mata investor internasional jika tidak diimbangi dengan mekanisme pengawasan dan transparansi yang kuat.

JAKARTA – Bloomberg baru-baru ini menyoroti kebijakan terbaru pemerintah  yang memberikan perlindungan hukum bagi investor di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Media internasional itu menilai aturan tersebut berpotensi memicu kekhawatiran investor global terhadap tata kelola investasi di Indonesia.

Dalam laporan yang terbit pada Jumat (26/6), Bloomberg menyebut pemerintah menawarkan perlindungan hukum yang belum pernah ada sebelumnya bagi pembeli obligasi Danantara. Ketentuan tersebut tertuang dalam undang-undang sektor keuangan yang baru diterbitkan dan disebut memberikan perlindungan dari tuntutan pidana, gugatan perdata, maupun pemeriksaan perpajakan atas transaksi tertentu.

Sejumlah analis yang dikutip Bloomberg mengingatkan bahwa kebijakan itu dapat menarik aliran dana dengan asal-usul yang dipertanyakan (questionable origins). Mereka juga menilai langkah tersebut berisiko memengaruhi reputasi Indonesia di mata investor internasional jika tidak diimbangi dengan mekanisme pengawasan dan transparansi yang kuat.

Danantara merupakan sovereign wealth fund atau dana investasi milik negara yang dibentuk untuk mengelola aset strategis sekaligus mendukung pembiayaan berbagai proyek prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap lembaga ini menjadi motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sorotan Bloomberg muncul di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lembaga internasional juga menilai investor mencermati berbagai perubahan kebijakan pemerintah, termasuk meningkatnya peran negara dalam pengelolaan aset dan komoditas strategis.

Hingga laporan Bloomberg diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait kekhawatiran yang disampaikan para analis tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Indonesia Tak Bisa Pertahan...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Olahraga
Djokovic Mulai Pulih dari M...
Olahraga
West Ham Pecat Nuno Espirit...
Luar Negeri
Korea Utara Murka Menolak T...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.