Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Aceh Timur Sudah Terapkan Digitalisasi Pertanian

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 16:50 WIB | Oleh:
Petani Aceh Timur Sudah Terapkan Digitalisasi Pertanian Doc: ANTARA/Hayaturrahmah
Ket. Petani beraktivitas di areal persawahan di Aceh Timur, Rabu (24/6).

BANDA ACEH -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyatakan kalangan petani di daerah tersebut sudah menerapkan digitalisasi sederhana melalui komunikasi dengan pembeli hasil pertanian menggunakan teknologi digital.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Masri di Aceh Timur, Rabu, mengatakan komunikasi antara petani dan pembeli sekarang ini tidak lagi secara tatap muka.

"Petani di Aceh Timur sudah banyak memanfaatkan telepon seluler dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp untuk berkomunikasi mengenai harga, jadwal panen, jumlah kebutuhan, hingga proses transaksi jual beli," katanya.

Ia menilai dengan memanfaatkan telepon seluler, tanpa disadari petani sebenarnya telah melakukan digitalisasi dalam aktivitas usahanya, meskipun masih dalam bentuk yang sederhana.

"Secara tidak langsung, petani dengan sendirinya telah melakukan digitalisasi, walaupun dalam konteks komunikasi antara petani dan pembeli hasil pertanian," katanya.

Menurut dia, perkembangan digitalisasi sekarang ini membuat arus informasi menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan sebelumnya yang masih mengandalkan pertemuan langsung atau informasi dari mulut ke mulut.

Ia menilai digitalisasi tetap memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian, terutama pada komoditas yang memiliki rantai distribusi lebih panjang.

"Manfaat digitalisasi akan lebih terasa pada komoditas hortikultura, perkebunan, maupun produk olahan yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha dalam rantai pemasarannya," katanya.

Dengan pemanfaatan digitalisasi, kata dia, komunikasi petani maupun pelaku usaha pertanian bisa lebih cepat serta dapat menjangkau pemasaran hasil pertanian lebih luas.

Ia menyebutkan penerapan digitalisasi pertanian tidak bisa disamakan untuk semua komoditas. Setiap sektor memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda.

Untuk komoditas padi, tantangan utama saat ini lebih banyak berkaitan dengan peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian seperti irigasi dan alat mesin pertanian.

Pada komoditas hortikultura, perkebunan, dan produk olahan, digitalisasi dinilai lebih berdampak dalam membuka akses pasar dan memperpendek rantai distribusi.

Dengan demikian, digitalisasi pertanian tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi canggih, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi sederhana yang sudah dilakukan petani dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal komunikasi dan transaksi.

"Ke depan, penguatan sektor pertanian tidak hanya fokus pada aspek pemasaran, tetapi juga pada peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata Masri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Megapolitan
18 Rumah Terbakar di Kebayo...
Olahraga
10 Petenis Top Dunia Menuju...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.