Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Perkuat Sistem Pendidikan Nasional Berdasarkan Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 18:55 WIB | Oleh:

Hal ini sejalan dengan konsep Ki Hajar Dewantara yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu asas penting dalam pendidikan melalui Pancadharma.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengingatkan bahwa pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang baik menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks revisi UU Sisdiknas yang saat ini berlangsung, Rerie menekankan pentingnya masukan-masukan kritis yang menyentuh aspek filosofis, bukan sekadar teknis administratif.

Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari menilai saat ini tidak ada yang mengurus aspek parenting dalam proses pendidikan.

Eva juga menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam upaya membangun karakter anak bangsa.

Pendidikan di keluarga untuk menanamkan norma dan nilai yang berlaku sangat penting dalam membentengi anak dari ancaman tindak kekerasan di masyarakat.

Menurut Eva, internalisasi nilai-nilai Pancasila harus mampu diterapkan dalam keluarga.

Aktivis Pendidikan Indra Charismiadji berpendapat bahwa mengelola pendidikan nasional praktiknya harus belajar dari operasional ojek online yang di awal operasi harus jelas titik jemput dan titik antarnya, serta jelas besaran biaya yang dibutuhkan.

Menurut Indra, dengan capaian PISArelatif rendah dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045 yang menarget pendapatan per kapita 30.000 dollar AS per tahun, hal itu tidak mungkin dicapai bila sektor pendidikan tidak segera dibenahi.

Mengutip Ki Hajar Dewantara, Indra menegaskan bahwa pendidikan itu adalah tuntunan hidup pada sebuah ekosistem yang berpusat pada tiga alam, yaitu keluarga, komunitas, dan perguruan/sekolah. "Sayangnya, selama ini pendidikan kita hanya berpusat pada sekolah semata," ujar Indra.

Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowiberpendapat bahwa sekolah yang baik harus memiliki dan melakukan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) dengan baik.

"Kalau rencana APBS-nya salah, proses pendidikannya gagal dan itu yang kerap terjadi di sekolah-sekolah saat ini," ujar Baedowi.

Sejumlah isu berkembang dalam diskusi yang antara lain dihadiri Doni Koesoema Albertus (UMN Serpong), Dudung Abdul Qodir (PB PGRI),

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Megapolitan
Pemprov DKI Terus Buka Ruan...
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.