Jepang Layangkan Protes atas Pengeboran Tiongkok
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiTokyo – Pemerintah Jepang menyampaikan protes resmi kepada Tiongkok setelah mengonfirmasi keberadaan unit pengeboran lepas pantai bergerak yang dipasang di Laut Tiongkok Timur dan diduga digunakan untuk eksplorasi lapangan gas baru.
Dikutip dari Antara, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan unit pengeboran tersebut ditempatkan di sisi barat garis tengah yang memisahkan wilayah Jepang dan Tiongkok di Laut Tiongkok Timur, kawasan yang hingga kini belum memiliki batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan landas kontinen yang disepakati kedua negara.
“Tiongkok terus melakukan kegiatan pengembangan secara sepihak meskipun Jepang berulang kali menyampaikan protes. Hal ini sangat disesalkan,” kata Kihara dalam konferensi pers rutin di Tokyo, Rabu (24/6).
Menurut Kihara, Penjaga Pantai Jepang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan navigasi bagi kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi tersebut. Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan nota protes melalui jalur diplomatik kepada Beijing pada Senin (22/6).
Jepang mendesak Tiongkok segera melanjutkan perundingan terkait implementasi kesepakatan tahun 2008 mengenai pengembangan bersama sumber daya energi di Laut Tiongkok Timur. Tokyo menilai aktivitas pengeboran sepihak berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik sengketa antara kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hubungan Jepang dan Tiongkok juga memanas dalam isu keamanan ekonomi. Dalam KTT G7 di Prancis pekan lalu, PM Jepang Sanae Takaichi mengusulkan penguatan kemitraan strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan mineral kritis dari Tiongkok.
Kepentingan Geopolitik
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian menegaskan bahwa Beijing tetap berkomitmen menjaga stabilitas rantai pasok global dan meminta negara-negara G7 tidak menggunakan isu ekonomi untuk kepentingan geopolitik.
“Kami mendesak anggota G7 berhenti mengganggu tatanan perdagangan internasional dengan aturan buatan sendiri dari kelompok kecil,” tegas Lin Jian.
Tiongkok saat ini masih mendominasi industri pemrosesan mineral kritis dunia, termasuk lebih dari 90 persen kapasitas pemurnian unsur tanah jarang global yang menjadi bahan baku penting bagi industri kendaraan listrik, semikonduktor, dan teknologi canggih lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!