Kreatif dan Inovatif Banget! Dosen ITB Ini Sulap Sampah Organik Jadi Telur dan Daging
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 14:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatKolaborasi
Kesuksesan Bersemi Farm tidak hanya ditopang teknologi, tetapi juga kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung melalui program pengabdian masyarakat, Pemerintah Kota Bandung, Kelurahan Pasirlayung, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Gasla, Bank Sampah Bersemi 02, PKK, hingga masyarakat yang disiplin memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah organik diolah menjadi pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dipilah dan disalurkan ke bank sampah sehingga residu yang dibuang ke TPS menjadi sangat sedikit.
Keberhasilan inovasi tersebut mulai menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah wilayah di Kota Bandung seperti Bandung Wetan, Lebak Siliwangi, Tamansari, hingga Cipadung mulai mereplikasi konsep Apartemen Ayam Maggot. Bahkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah melakukan kunjungan untuk mempelajari model tersebut sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah di kawasan permukiman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Linus, tujuan utama dari inovasi ini bukan sekadar membangun kandang ayam atau budidaya maggot. Ia ingin membangun budaya baru, yakni budaya mengolah sampah sejak dari rumah.
Menurut dia, jika setiap rumah tangga mampu memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur, maka beban TPA dapat berkurang secara drastis.
"Kami berharap ide ini bisa diadopsi di seluruh Indonesia. Sampah organik seharusnya selesai di tingkat lingkungan. Kalau itu bisa dilakukan, persoalan sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi berubah menjadi sumber pangan, sumber ekonomi, dan sumber kesejahteraan masyarakat," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua RW 02 Kelurahan Pasirlayung, Rahayu Wijayanti mengatakan, perubahan perilaku masyarakat memang membutuhkan proses. Sejak 2023 warga mulai dikenalkan dengan pemilahan sampah melalui drum komposter. Namun sistem tersebut belum berjalan optimal karena belum ada petugas yang secara khusus mengelolanya. Perubahan besar mulai terjadi ketika Program Gasla hadir pada awal 2026 dan kemudian diperkuat dengan pembangunan Apartemen Ayam Maggot.
Kini warga tidak hanya diminta memisahkan sampah organik dan anorganik, tetapi juga memilah sampah organik menjadi dua kategori, yakni sisa makanan matang yang menjadi pakan ayam dan limbah dapur seperti kulit buah maupun sayuran yang diolah menjadi pakan maggot.
"Alhamdulillah masyarakat mulai terbiasa memilah sampah. Bahkan saya sendiri ikut belajar bagaimana mengolah sampah yang benar agar bisa memberikan manfaat," ujar Rahayu. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!