Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 19:37 WIB | Oleh:
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat Doc: Dok PVMBG Badan Geolog
Ket. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih mengalami erupsi tiga kali dan mengeluarkan asap dari puncak berdasarkan pengamatan petugas PVMBG Badan Geologi di Lampung Selatan, Lampung, Rabu (8/7) pagi.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan seiring aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda di perbatasan antara Lampung Selatan, Lampung dan Banten kini bertahan di Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Deny Mardiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7), mengatakan bahwa aktivitas visual maupun kegempaan di gunung api aktif tersebut masih terus terekam.

Adapun berdasarkan hasil periode pengamatan pada hari ini, Rabu (8/7) mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, embusan asap dari dalam kawah aktif teramati membubung hingga ketinggian puluhan meter.

"Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10 sampai 100 meter di atas puncak kawah," kata dia.

Dia menambahkan, dari sisi kegempaan, otoritas pemantauan vulkanik mendeteksi adanya aktivitas tremor menerus atau microtremor yang mengindikasikan adanya pergerakan magma atau fluida di dalam tubuh gunung.

Rekaman perangkat seismogram di pos pengamatan, kata dia, pihaknya mendapati aktivitas gempa tremor tersebut terekam dengan pola getaran amplitudo berada di kisaran 1 hingga 15 milimeter, dengan amplitudo dominan sebesar 5 milimeter.

Sementara kondisi meteorologi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang berketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut dilaporkan dalam kondisi cerah dan berawan.

Suhu udara di area tersebut berkisar antara 27,1 hingga 31,9 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55 sampai 65 persen, serta tiupan angin lemah yang bergerak mengarah ke utara dan barat laut.

Dia menegaskan bahwa meskipun aktivitas kegempaan dan visual embusan asap terus terjadi di atas puncak kawah, namun kondisi permukaan atau ombak laut di perairan sekitar terpantau dalam keadaan tenang.

Guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

"Rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata dia.

Nelayan Tak Mendekat

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meminta nelayan agar tak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlokasi di Perairan Selat Sunda bagian utara guna menghindari tertimpa lontaran batu pijar dari letusan gunung itu.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Rabu, mengatakan nelayan pesisir selatan mulai Pantai Binuangeun, Panggarangan, Bayah dan Cihara agar tidak melaut ke Perairan Selat Sunda bagian utara menyusul adanya peningkatan aktivitas erupsi GAK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

44 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.