Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus, Tiongkok Tambah Bantuan

28 Selasa, 23 Jun 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus, Tiongkok Tambah Bantuan Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus, Tiongkok Tambah Bantuan Doc: AFP

BEIJING - Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmen untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirimkan tim medis, obat-obatan, dan perlengkapan penanggulangan epidemi.

Langkah itu dilakukan ketika jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut telah melampaui 1.000 kasus dan memicu kekhawatiran akan potensi krisis kesehatan yang lebih luas.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Republik Demokratik Kongo pada Minggu (21/6) melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi telah mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal dunia, sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Menurut Guo Jiakun, dukungan Tiongkok tidak hanya berupa bantuan logistik, tetapi juga keterlibatan langsung tenaga kesehatan di lapangan.

"Saat ini, hampir seribu tenaga medis sedang berjuang melawan Ebola bersama masyarakat Afrika," tambah Guo Jiakun.

Ia menjelaskan bahwa setelah tiba di Kinshasa, ibu kota DRC, pada 2 Juni, para ahli medis Tiongkok segera bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mempelajari kebutuhan lapangan sekaligus memberikan layanan dan konsultasi medis.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambah Guo Jiakun.

Ia menegaskan bahwa Tiongkok akan terus berkoordinasi dengan komunitas internasional dan memantau perkembangan wabah secara cermat guna memberikan dukungan sesuai kebutuhan negara-negara Afrika.

"China dan Afrika selalu menjadi saudara dan mitra yang berbagi satu masa depan bersama dan selalu saling mendukung di saat-saat sulit. Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah memberikan bantuan yang kuat kepada Afrika dalam memerangi Ebola," ungkap Guo Jiakun.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan upaya pengendalian wabah terus dilakukan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Meski jumlah pasien yang sembuh terus bertambah, tingkat pelacakan kontak menunjukkan penurunan sehingga tetap menjadi tantangan dalam pengendalian wabah.

Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk jika penularan tidak segera dikendalikan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman yang ada dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Meski demikian, Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus untuk menekan laju penyebaran penyakit.

Sementara itu, penelitian terbaru memberikan petunjuk baru mengenai asal-usul wabah. Para ilmuwan dari Departemen Laboratorium Kesehatan Nasional dan Layanan Diagnostik Kementerian Kesehatan Uganda serta Institut Penelitian Biomedis Nasional Kongo menyatakan bahwa galur yang saat ini beredar, yakni Ebola Bundibugyo, berasal dari penularan baru yang bersumber dari satwa liar.

Temuan tersebut menepis dugaan bahwa wabah saat ini berasal dari rantai penularan lama yang tersembunyi atau terus menyebar tanpa terdeteksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Pascabencana, UMKM Dituntut...
Daerah
Porprov Jateng Memakan Korb...
Megapolitan
Pemkab Tangerang Terima Hib...

24 Arena Sudah Siap Digunakan untuk Forprov

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
24 Arena Sudah Siap Digunak...
Nasional
Kementan Perkuat Pencegahan...
Luar Negeri
30 Orang Tewas - Gerbong Ha...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Loyo Usai S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.