Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus, Tiongkok Tambah Bantuan
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:46 WIB | Oleh: Deri HenriawanBEIJING - Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmen untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirimkan tim medis, obat-obatan, dan perlengkapan penanggulangan epidemi.
Langkah itu dilakukan ketika jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara tersebut telah melampaui 1.000 kasus dan memicu kekhawatiran akan potensi krisis kesehatan yang lebih luas.
"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin.
Republik Demokratik Kongo pada Minggu (21/6) melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi telah mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, 254 orang meninggal dunia, sehingga tingkat kematian mencapai 25,3 persen.
Menurut Guo Jiakun, dukungan Tiongkok tidak hanya berupa bantuan logistik, tetapi juga keterlibatan langsung tenaga kesehatan di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saat ini, hampir seribu tenaga medis sedang berjuang melawan Ebola bersama masyarakat Afrika," tambah Guo Jiakun.
Ia menjelaskan bahwa setelah tiba di Kinshasa, ibu kota DRC, pada 2 Juni, para ahli medis Tiongkok segera bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk mempelajari kebutuhan lapangan sekaligus memberikan layanan dan konsultasi medis.
"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambah Guo Jiakun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan bahwa Tiongkok akan terus berkoordinasi dengan komunitas internasional dan memantau perkembangan wabah secara cermat guna memberikan dukungan sesuai kebutuhan negara-negara Afrika.
"China dan Afrika selalu menjadi saudara dan mitra yang berbagi satu masa depan bersama dan selalu saling mendukung di saat-saat sulit. Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah memberikan bantuan yang kuat kepada Afrika dalam memerangi Ebola," ungkap Guo Jiakun.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan upaya pengendalian wabah terus dilakukan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan. Meski jumlah pasien yang sembuh terus bertambah, tingkat pelacakan kontak menunjukkan penurunan sehingga tetap menjadi tantangan dalam pengendalian wabah.
Sedikitnya 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.
Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk jika penularan tidak segera dikendalikan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman yang ada dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Meski demikian, Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus untuk menekan laju penyebaran penyakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!