Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Kembangkan Lahan 100 Hektare untuk Ketahanan Pangan

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Kembangkan Lahan 100 Hektare untuk Ketahanan Pangan Doc: Antara
Ket. Gubernur Banten Andra Soni (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) saat meninjau lokasi Pusat Olah Organik dengan Budidaya Magot BSF dan Ternak di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7).

Tangerang - Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik optimalisasi aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 100 hektare di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang untuk penguatan ketahanan pangan berupa pengembangan pusat peternakan dan pertanian.

Gubernur Banten Andra Soni di Tangerang, Jumat (31/7), mengungkapkan wilayah Banten dan Jakarta itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena keduanya saling membutuhkan. Bahkan, warga Banten juga banyak yang bekerja di Jakarta, sementara tinggalnya di Banten dan sebaliknya.

Dengan adanya kolaborasi yang kuat ini, Andra Soni meyakini rencana yang dilakukan mempunyai dampak positif bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat Banten secara umum, termasuk masyarakat DKI Jakarta.

“Kami sangat berterima kasih. Kami yakin segala niat baik yang direncanakan pasti akan bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat berkunjung ke Desa Ciangir menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah, termasuk optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya di DKI Jakarta dan Banten.

Hal itu diungkapkan Pramono saat meninjau lokasi Pusat Olah Organik dengan budi daya Magot BSF dan ternak di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

“Ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang baik dengan Pemprov Banten. Alhamdulillah, berkat komunikasi yang terjalin cukup baik antara kami, rencana Pak Gubernur Andra Soni itu bisa kita wujudkan bersama-sama,” katanya.

Dari luas lahan 100 hektare itu, lanjut Pramono, nantinya digunakan untuk sektor lingkungan hidup atau pertanian seluas 40 hektare, serta 20 hektare untuk pengembangan peternakan, seperti sapi, ikan, dan ayam dengan segala fasilitasnya yang akan dikelola oleh BUMD Dharma Jaya.

“Di sini nanti bisa menampung sapi mencapai 5.000 ekor. Jadi, kalau sudah berjalan, kebutuhan suplai daging pada setiap momen hari besar untuk Jakarta dan Banten dipastikan aman,” ujarnya.

Pranomo meminta proses pengembangan itu bisa dimulai pada bulan September 2026. Meskipun nilai investasinya mencapai Rp1 triliun, Pranomo memastikan tidak menggunakan APBD DKI Jakarta maupun Banten.

“Diperkirakan untuk serapan tenaga kerja itu mencapai 200 orang, dan saya sudah meminta betul agar seluruh tenaga kerjanya adalah masyarakat sekitar sini, tidak boleh dari Jakarta,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.