Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Organ Vestigial yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 07:12 WIB | Oleh:

Banyak dokter gigi bahkan menyebut gigi bungsu sebagai salah satu contoh paling jelas dari organ vestigial karena sebagian besar manusia modern tidak lagi membutuhkan fungsi tambahan dari gigi tersebut.

4. Otot Telinga, Kemampuan yang Hilang untuk Mengarahkan Pendengaran

Jika kucing atau anjing dapat menggerakkan telinga mereka ke arah suara, manusia sebenarnya memiliki sisa kemampuan yang sama. Di sekitar telinga terdapat sejumlah otot yang pada masa lalu memungkinkan nenek moyang manusia mengarahkan telinga menuju sumber suara tertentu.

Kemampuan ini sangat berguna untuk mendeteksi predator atau mangsa di lingkungan liar.

Namun, perkembangan otak manusia dan kemampuan memutar kepala secara cepat membuat fungsi tersebut tidak lagi diperlukan. Akibatnya, otot-otot telinga mengalami kemunduran fungsi.

Sebagian kecil orang masih mampu menggerakkan telinga secara terbatas, tetapi kemampuan tersebut tidak lagi memberikan manfaat nyata bagi kelangsungan hidup manusia modern.

5. Puting Susu pada Pria, Sisa Tahap ­Awal Perkembangan Janin

Keberadaan puting susu pada pria sering menjadi salah satu contoh organ vestigial yang paling menarik perhatian. Secara biologis, semua embrio manusia pada tahap awal perkembangan memiliki pola dasar yang sama.

Puting susu terbentuk sebelum diferensiasi jenis kelamin terjadi. Ketika embrio berkembang menjadi laki-laki, struktur tersebut tetap ada meskipun tidak memiliki fungsi utama seperti pada perempuan. Karena tidak digunakan untuk menyusui, puting susu pria sering dikategorikan sebagai struktur vestigial.

Meski demikian, jaringan tersebut tetap memiliki karakteristik biologis yang serupa dengan puting pada perempuan, termasuk kemampuan mengalami perubahan hormon dan, dalam kasus yang sangat jarang, dapat mengalami gangguan medis seperti kanker payudara.

6. Rambut Tubuh dan Kelopak Mata ­Ketiga, Jejak Adaptasi Masa Lalu

Tubuh manusia masih ditutupi jutaan folikel rambut yang merupakan warisan dari nenek moyang berbulu lebat. Pada masa lalu, rambut tubuh berfungsi sebagai pelindung dari suhu dingin, sinar matahari, gigitan serangga, dan berbagai ancaman lingkungan lainnya. Namun setelah manusia mengenal pakaian, api, dan tempat tinggal yang lebih baik, kebutuhan terhadap lapisan rambut tebal mulai berkurang.

Kini rambut tubuh masih memiliki fungsi terbatas, seperti membantu sensor sentuhan dan mengurangi gesekan pada kulit, tetapi tidak lagi menjadi faktor utama untuk bertahan hidup. Selain rambut tubuh, manusia juga memiliki sisa dari kelopak mata ketiga yang dikenal sebagai plica semilunaris. Struktur kecil berbentuk lipatan ini terletak di sudut dalam mata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.