Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Mengejutkan! Tiga Gunung Api Aktif Indonesia Meletus Bersamaan

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 05:24 WIB | Oleh:
Fenomena Mengejutkan! Tiga Gunung Api Aktif Indonesia Meletus Bersamaan Doc: Antara foto
Ket. Arsip - Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat tiga gunung api aktif di Indonesia, yakni Gunung Ibu, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Semeru mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa malam.

Berdasarkan data yang diekspose laman resmi Badan Geologi di Jakarta, Selasa malam, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara tercatat mengalami letusan beruntun sebanyak tiga kali dalam kurun waktu beberapa jam.

Erupsi Gunung Ibu pertama kali terekam pada pukul 20.36 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak, disusul erupsi kedua pada pukul 20.58 WIT setinggi 500 meter.

Gunung Ibu kembali meletus pada pukul 23.11 WIT dengan membubungkan abu vulkanik setinggi 600 meter berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke timur laut dan timur.

Badan Geologi menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Ibu berada pada tingkat aktivitas Level II (Waspada).

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur meletus pada pukul 21.09 Wita.

Letusan gunung ini menyemburkan kolom abu kelabu tebal setinggi 300 meter di atas puncak ke arah barat dan barat laut, dengan amplitudo maksimum seismogram 11 milimeter berdurasi 109 detik. Dan aktivitas vulkaniknya berada pada Level III (Siaga).

Pada waktu yang berdekatan, Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi pada pukul 20.33 WIB.

Meski visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, Petugas Pemantau Gunung Api Semeru melaporkan getaran erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter serta durasi 235 detik.

Gunung Semeru saat ini aktivitas vulkaniknya
berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Megapolitan
APBD Kabupaten Bogor Turun ...

Jakarta Siapkan Dana Cadangan Daerah Rp5,6 Triliun

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Siapkan Dana Cadang...

Kenaikan Harga Beras Nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kenaikan Harga Beras Nasional
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.