Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Garuda di Dadaku Menggambarkan Sikap Pantang Menyerah pada Anak

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Garuda di Dadaku Menggambarkan Sikap Pantang Menyerah pada Anak Doc: Antara

Jakarta - Film animasi buatan lokal "Garuda di Dadaku" menggambarkan sikap pantang menyerah dalam diri seorang anak yang dikemas dalam permainan sepak bola.

Cerita berpusat pada Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki yang bermimpi besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Namun, Putra memiliki sejumlah keterbatasan untuk masuk kategori pemain juara akibat kondisi fisiknya.

Saat terpuruk dalam kegagalannya, Putra dipertemukan dengan sosok yang bisa mengantarkannya untuk mengalahkan lawan terkuatnya selama ini.

Usahanya ini juga tidak terlepas dari dukungan teman-temannya dan juga berkat tangan dingin Naya (Quinn Salman), yang awalnya pesimis, namun, mulai percaya dengan kemampuan mereka untuk meraih keberhasilan menjadi juara. Dalam proses itu, Putra belajar bahwa mimpi besar tidak pernah dicapai sendirian.

Usaha Putra tidak selalu lancar. Perselisihan dengan teman sebaya dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi justru membuat Putra terjatuh pada lubang kekecewaan.

Film ini tidak hanya berbicara tentang perjalanan satu anak mengejar cita cita, namun, juga keberanian Putra tumbuh karena ada sosok-sosok yang percaya padanya, yang menegaskan bahwa setiap mimpi membutuhkan orang-orang yang mampu melihat potensi kita, bahkan ketika kita sendiri masih ragu.

Karya asli anak bangsa

"Garuda Didadaku" disutradarai oleh Ronny Gani yang pernah menjadi bagian tim animasi dan VFX film Marvel Cinematic Universe serta film "Transformers: Age of Extinction”, dan didukung Springboard, Dasun Pictures, AHHA Corp, Robot Playground Media, dan PK Films.

Film terbaru itu menceritakan kembali karya kreator Shanty Harmayn dan Salman Aristo dalam bentuk animasi, setelah sukses dengan film "Garuda di Dadaku" (2009) dan "Garuda di Dadaku 2" (2011) serta serial televisi "Garuda di Dadaku" (2014, 2015).

Film animasi Garuda di Dadaku, produksi studio BASE Entertainment dan KAWI Animation, dikerjakan oleh kurang lebih 500 animator Indonesia dari studio animasi lokal yang berasal dari Batam, Yogyakarta, Malang, Bali, Bogor dan juga Jakarta. Pengerjaannya yang memakan waktu tiga tahun diklaim tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan sama sekali ini sehingga menghasilkan karya animasi yang terasa orisinal dan patut disandingkan dengan film animasi ternama lainnya.

Orisinalitas tersebut terlihat dari desain gambar setiap karakter yang terlihat berbeda dan lebih terlihat komikal, seperti melihat gambar dua dimensi bergerak secara empat dimensi.

Unsur fantasi juga tak terlepas dari versi animasi kali ini, yang mungkin tidak bisa dihadirkan secara total pada versi film atau serial di tahun-tahun sebelumnya. Unsur itu membuat petualangan tokoh utamanya terasa lebih besar dan istimewa dibandingkan versi live-action.

Kembalinya film ini dalam bentuk animasi juga memperluas dunia dari Kekayaan Intelektual (KI) "Garuda di Dadaku" serta memperkuat bukti kekayaan intelektual lokal dapat menjangkau generasi baru dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Tak hanya kebaruan dalam unsur genre, KI Indonesia ini juga menghadirkan lagu ikonis yang dinyanyikan ulang oleh Isyana Sarasvati dengan lebih megah dan tetap membangkitkan semangat nasionalisme.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.