Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pangan di Inggris Diprediksi Melonjak Tajam Imbas Krisis Timur Tengah

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 22:43 WIB | Oleh:
Harga Pangan di Inggris Diprediksi Melonjak Tajam Imbas Krisis Timur Tengah Doc: AFP

MOSKOW - Inggris berisiko menghadapi kekurangan pasokan daging ayam, daging babi, dan sejumlah komoditas lainnya pada musim panas akibat ketegangan di Timur Tengah serta blokade Selat Hormuz, lapor surat kabar The Times mengutip analisis rahasia pemerintah.

Pemerintah disebut telah menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi “skenario terburuk”, dengan kekhawatiran bahwa blokade Hormuz dapat mengganggu pasokan karbon dioksida yang krusial bagi sektor pangan. Rencana tersebut mengasumsikan bahwa blokade akan berlangsung hingga Juni 2026.

Karbon dioksida berperan dalam memperpanjang masa simpan produk seperti salad, daging kemasan, dan makanan panggang. Gas itu juga digunakan dalam proses penyembelihan hampir seluruh babi dan lebih dari dua pertiga ayam.

Industri minuman juga menghadapi risiko karena karbon dioksida digunakan untuk memberi karbonasi pada minuman. Kekhawatiran muncul bahwa potensi kekurangan bir dapat terjadi bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang dimulai pada 11 Juni mendatang.

Meski demikian, tidak diperkirakan terjadi kekurangan pasokan pangan secara kritis, namun variasi produk di toko kemungkinan akan berkurang, menurut laporan yang mengutip sejumlah pejabat terkait itu.

Dalam kondisi kekurangan karbon dioksida, pemerintah akan memprioritaskan sektor nuklir dan kesehatan, di mana gas tersebut digunakan untuk memproduksi es kering yang berfungsi mendinginkan darah donor, organ, dan vaksin.

Jika terjadi kelangkaan, Inggris akan meningkatkan produksi karbon dioksida dengan mengurangi produksi sektor lain serta melonggarkan aturan antimonopoli.

Sumber pemerintah menegaskan kepada media bahwa skenario terburuk tersebut merupakan bagian dari perencanaan rutin, bukan sebuah prediksi.

Pada Sabtu (11/4), Iran dan Amerika Serikat (AS) menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.

Pada Minggu (12/4), pimpinan delegasi AS, Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Pada Senin (13/4), Angkatan Laut AS mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan LNG dunia.

Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar biaya kepada Teheran. Pihak berwenang Iran belum mengumumkan penerapan pungutan tersebut, namun telah membahas rencana ke arah itu. Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.