Buka Forum Dialog Perdamaian Global, HNW Ajak Dunia Bangun Perdamaian Berkeadilan
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 20:33 WIB | Oleh: Sriyono"PBB tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kebersamaan seluruh pihak, termasuk parlemen, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan negara-negara sahabat untuk menghadirkan perdamaian yang berkeadilan," katanya.
HNW juga menyampaikan bahwa Indonesia terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional, termasuk forum parlemen dunia, serta melalui diplomasi yang dijalankan pemerintah Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan memperkuat kolaborasi global dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penghentian segala bentuk penjajahan.
"Semoga forum ini menjadi forum yang produktif, menghasilkan gagasan dan kerja sama yang nyata, serta memperkuat semangat bersama untuk menghadirkan perdamaian dunia yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia," pungkasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Transisi Peradaban Dunia
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), Muhammad Anis Matta, Lc., menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi masa transisi peradaban yang ditandai oleh berbagai konflik geopolitik, krisis kepemimpinan global, dan melemahnya institusi internasional.
Kondisi tersebut, kata Anis, menuntut lahirnya sebuah proposal peradaban baru yang mampu menyatukan umat manusia. Ia menjelaskan bahwa peradaban dibangun oleh lima unsur utama, yaitu manusia, tanah, waktu, pikiran, dan cita rasa atau nilai yang berkembang dari generasi ke generasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pada dasarnya kita saling berwarisi dari satu peradaban kepada peradaban yang lain. Tidak ada satu peradaban yang dapat mengklaim dirinya sebagai pemberi kontribusi terbesar dalam sejarah manusia," kata Anis.
Anis juga menyoroti siklus naik dan turunnya peradaban yang menurutnya merupakan hukum sejarah yang tidak dapat dihindari. Dalam proses pergantian peradaban tersebut, konflik sering kali muncul sebagai bagian dari dinamika menuju keseimbangan baru.
"Kita tidak perlu heran ketika menyaksikan konflik. Itu adalah proses dalam sejarah peradaban manusia yang tidak bisa dihindari," ujarnya.
Ia juga menilai bahwa berbagai konflik yang terjadi saat ini, mulai dari Eropa Timur hingga Timur Tengah, berakar pada krisis sistemik yang meliputi krisis kepemimpinan global, krisis institusi internasional, dan persaingan supremasi antar-kekuatan besar dunia.
Baginya, dunia saat ini sedang bergerak menuju tatanan global baru, sementara tatanan lama perlahan kehilangan relevansinya.
"Yang sudah pasti adalah tatanan lama ini sedang berakhir, sementara tatanan baru sedang muncul. Dalam proses peralihan itu akan banyak kontraksi dan konflik yang kita saksikan hari ini," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!