Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN Bersiap Ubah Peta Energi, PLTS 100 GW Masuk RUPTL Baru

27 Selasa, 09 Jun 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN Bersiap Ubah Peta Energi, PLTS 100 GW Masuk RUPTL Baru PLN Bersiap Ubah Peta Energi, PLTS 100 GW Masuk RUPTL Baru Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.
Ket. Ilustrasi - Petugas memeriksa indeks serapan energi panas pada panel surya pada PLTS di Desa Suana, Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih melalui rencana revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi besar di sektor ketenagalistrikan.

Keberhasilan implementasinya akan bergantung pada kesiapan infrastruktur jaringan, kepastian regulasi, serta kemampuan menarik investasi jangka panjang untuk mendukung target dekarbonisasi Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 PLN untuk mendukung program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

“Kita sudah tahu semua bahwa program 100 gigawatt itu sedang disiapkan strateginya seperti apa. Ketika bicara strategi, tentunya di sana kita bicara regulasinya. Nah, ini sekarang lagi disiapkan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris ketika ditemui di Jakarta, Selasa (9/6).

Harris menyampaikan regulasi Indonesia mengamanatkan agar pembangkit-pembangkit listrik yang akan dibangun untuk masuk ke jaringan listrik atau grid harus direncanakan di dalam RUPTL.

Oleh karena itu, lanjut Harris, nantinya PLTS 100 GW akan dimasukkan ke RUPTL.

“RUPTL yang ada itu kan tidak dilarang untuk dilakukan revisi, ya. Tergantung dari kebutuhan apakah sekarang atau tahun depan,” ucap dia.

Harris pun mengatakan sudah terjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan seperti PLN ihwal PLTS 100 GW tersebut.

“Oh, tentu (komunikasi dengan PLN),” kata Harris.

Pemerintah menyiapkan tahap awal pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 17 GW sebagai bagian dari proyek besar PLTS 100 GW yang tengah didorong dalam mendukung transisi energi nasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sudah menyiapkan 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung program Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan untuk infrastruktur seperti transmisi dan ketersediaan gardu induk milik PLN, Pemerintah akan menghubungkannya dengan pembangkit yang berlokasi di lahan seluas 24 ribu hektare tersebut.

Yuliot menyampaikan pada tahap awal, Kementerian ESDM melakukan percepatan untuk 17 GW terlebih dahulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.