Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngaku Pencinta Teh? Coba Cek, Jangan-Jangan Cara Seduhmu Masih Keliru

📅 Sabtu, 25 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ngaku Pencinta Teh? Coba Cek, Jangan-Jangan Cara Seduhmu Masih Keliru Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Indonesian Tea Specialist sekaligus Master Blender OZA Tea Oza Sudewo dalam ajang Food & Hospitality Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

JAKARTA – Menyeduh teh ternyata bukan sekadar menuangkan air panas ke dalam cangkir. Suhu air, lama penyeduhan, hingga jenis teh yang digunakan sangat memengaruhi rasa dan aromanya.

Jika diseduh dengan cara yang tepat, teh akan terasa lebih nikmat tanpa meninggalkan rasa terlalu pahit. Dengan sedikit perhatian pada proses penyeduhan, secangkir teh bisa menjadi teman yang pas untuk bersantai, bekerja, atau menikmati waktu bersama keluarga.

Indonesian Tea Specialist sekaligus Master Blender OZA Tea Oza Sudewo membagikan cara menyeduh teh yang benar agar cita rasa dan aroma teh dapat dinikmati secara maksimal, mulai dari pemilihan air, suhu penyeduhan, hingga lamanya teh direndam.

Oza mengatakan langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih teh dengan kualitas specialty grade serta menggunakan air mineral sebagai media seduh karena kualitas air berpengaruh terhadap rasa teh.

"Pastikan teh yang digunakan adalah specialty grade. Kedua, gunakan air mineral. Ini sangat dasar namun penting, karena air PAM mengandung kaporit atau klorin yang sangat merusak rasa teh," kata Oza di sela Tea Master Cup Indonesia 2026 dalam ajang Food & Hospitality Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan setiap jenis teh memiliki suhu dan waktu penyeduhan yang berbeda sehingga masyarakat sebaiknya mengikuti petunjuk penyeduhan yang tertera pada kemasan.

Secara umum, lanjut dia, teh hitam diseduh menggunakan air bersuhu 100 derajat Celsius selama tiga hingga lima menit, sedangkan teh hijau diseduh dengan air bersuhu sekitar 90 derajat Celsius selama dua hingga tiga menit.

Oza juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengaduk atau menggoyang daun teh selama proses penyeduhan karena dapat menyebabkan over-extraction yang membuat rasa teh menjadi terlalu pahit.

"Jangan pernah mengaduk atau mengocok daun teh. Kita sering terbiasa menggoyang-goyangkan teh celup. Dalam teh specialty, hal itu akan menyebabkan over-extract. Rasa sepet yang seharusnya nikmat akan berubah menjadi getir atau pahit karena zat tanin keluar berlebihan," ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan agar ampas teh segera diangkat setelah waktu penyeduhan selesai agar rasa teh tetap terjaga.

"Setelah waktu seduh selesai, segera angkat ampas tehnya. Jangan didiamkan terendam seharian agar rasanya tidak rusak," katanya.

Bagi masyarakat yang baru mulai menikmati specialty tea, Oza menyarankan memilih teh dengan bentuk daun yang masih utuh atau whole leaf karena umumnya memiliki kualitas yang lebih baik.

"Pastikan memilih teh yang bentuk daunnya masih utuh, bukan bubuk. Semakin utuh bentuk daunnya, semakin tinggi kualitas teh tersebut," ujar Oza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Luar Negeri
Kanada Siapkan Balasan Tari...

UMKM Jakarta Didorong “Go International”

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
UMKM Jakarta Didorong “Go...
Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Tiga Biang Kerok Mengintai Pangan Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.