Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi Bertahap, ESDM Tegaskan Kompor Listrik Masih Fase Uji Coba

📅 Senin, 20 Jul 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Energi Bertahap, ESDM Tegaskan Kompor Listrik Masih Fase Uji Coba Doc: ANTARA/ Ahmad Subaidi.
Ket. Ilustrasi - Seorang ibu rumah tangga memasak menggunakan kompor listrik induksi di Kelurahan Ampenan Tengah, Mataram, NTB, Minggu (30/11/2025).

JAKARTA – Program kompor listrik merupakan bagian dari strategi transisi energi yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi energi rumah tangga.

Jika didukung pasokan listrik yang andal dan tarif yang kompetitif, program ini berpotensi menekan beban impor energi serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun, implementasinya memerlukan kesiapan infrastruktur kelistrikan, edukasi masyarakat, serta skema insentif yang tepat agar adopsi kompor listrik berlangsung luas tanpa menambah beban biaya bagi rumah tangga.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan program kompor listrik saat ini masih berada dalam tahap uji coba.

“Ini baru dites. Baru dites. Kita baru tes (kompor listrik) di BBSP (Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa). Jadi kita bekerja sama sama dengan tim PLN, bersama universitas (seperti) UGM dan ITB,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, Senin (20/7).

Lebih lanjut, Eniya mengatakan saat ini juga sudah terdapat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk melakukan uji coba dari beberapa jenis kompor listrik dan efisiensi yang dihasilkan.

“Jadi tes itu sedang kita lakukan sekarang. Perbedaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa,” kata dia.

“Berdasarkan itu nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya itu nanti kita bahas dulu dengan Pak Menteri (ESDM, Bahlil Lahadalia),” ujarnya pula.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil pada Senin (15/6) mengatakan, pihaknya menyiapkan kompor listrik dengan daya di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk rumah tangga, sebagai langkah konversi kompor LPG menjadi kompor listrik.

Ia juga mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk program kompor listrik dalam rangka mengurangi ketergantungan impor LPG.

Adapun wacana transisi dari kompor LPG menjadi kompor listrik pernah bergulir pada masa kepresidenan Joko Widodo.

Akan tetapi, pada September 2022, PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

Kemudian, ketika terjadi lonjakan harga energi akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno kembali mendorong pemerintah untuk melakukan transisi dari kompor gas menjadi kompor listrik.

Eddy menyampaikan transisi dari kompor gas menjadi kompor listrik membutuhkan biaya yang lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya yang digelontorkan untuk subsidi impor LPG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.