Menerapkan “Reward” dan “Punishment”
📅 Senin, 08 Jun 2026, 07:13 WIB | Oleh: Haryo BronoSaat menerapkan sistem ini, HRD dan Manajemen harus mewaspadai dua efek samping berikut:
Budaya Saling Sikut: Jika reward terlalu kompetitif dan hanya tersedia untuk satu orang (misal: “Employee of the Month” yang memicu persaingan tidak sehat), kerja sama tim (teamwork) bisa hancur karena karyawan saling menyembunyikan informasi demi menang sendiri.
Fokus pada “Hadir”, Bukan “Hasil”: Memberikan punishment berlebihan pada hal-hal administratif (seperti telat 5 menit langsung potong gaji gila-gilaan) tanpa melihat bahwa karyawan tersebut sering lembur sukarela dan menyelesaikan targetnya dengan sempurna, akan membuat karyawan merasa tidak dihargai secara profesional.
Sistem reward dan punishment yang sukses di kantor adalah sistem yang prediktif. Karyawan tahu persis apa yang akan mereka dapatkan saat berprestasi, dan paham betul konsekuensi yang harus dihadapi saat melanggar. Ketika transparansi ini tercipta, rasa percaya (trust) antara karyawan dan manajemen akan terbangun dengan kuat. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!