Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jeritan dari Lebanon: 1,4 Juta Warga Kritis dan Menanti Uluran Bantuan

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 22:23 WIB | Oleh:
Jeritan dari Lebanon: 1,4 Juta Warga Kritis dan Menanti Uluran Bantuan Doc: AFP

JENEWA - Pejabat kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan 1,4 juta orang di Lebanon sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, seiring kondisi ketahanan pangan di negara itu yang terus memburuk dengan cepat.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, mengatakan PBB dan Pemerintah Lebanon telah meluncurkan seruan pendanaan baru untuk terus menghimpun dana bagi operasi bantuan penyelamatan jiwa.

Hal itu disampaikan Riza dalam konferensi pers yang diselenggarakan Kantor PBB di Jenewa melalui sambungan video pada Jumat (5/6), bertepatan dengan pembaruan dan perpanjangan Flash Appeal (Seruan Darurat) kemanusiaan untuk Lebanon.

Ia menambahkan bahwa eskalasi permusuhan selama lebih dari tiga bulan telah menyebabkan kekerasan yang parah dan penderitaan akut di seluruh Lebanon.

"Masyarakat menghadapi dampak yang sangat berat, termasuk pengungsian berulang dalam skala luas, kehancuran rumah serta infrastruktur layanan dasar, dan trauma psikologis yang mendalam," kata Riza melanjutkan.

Ia mencatat bahwa lebih dari 3.500 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka, sementara hampir satu juta orang masih mengungsi dari rumah mereka.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dan petugas tanggap darurat menghadapi risiko kematian dan cedera dalam skala yang mengerikan. Sementara itu, seluruh kawasan permukiman telah berubah menjadi puing-puing, dan banyak keluarga kehilangan rumah serta sumber mata pencaharian mereka.

Riza mengatakan bahwa dalam kunjungan terhadap sejumlah komunitas dalam beberapa pekan terakhir, ia menyaksikan kerusakan luas pada infrastruktur dan layanan penting.

Kerusakan tersebut mencakup rumah sakit dan klinik yang terkena serangan udara, gedung pemerintahan yang hancur, lahan pertanian yang hangus, stasiun air yang rusak, serta sekolah yang dialihfungsikan menjadi lokasi penampungan pengungsi.

Ia menegaskan bahwa trauma psikologis akibat konflik sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Trauma psikologis akibat konflik telah merasuk jauh ke dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari, meninggalkan luka emosional yang akan bertahan lebih lama daripada suara tembakan dan ledakan bom," ujarnya.

Pejabat PBB tersebut mengatakan bahwa para donor telah memberikan sekitar 190 juta dolar AS, yang memungkinkan pemerintah dan mitra kemanusiaan merespons dengan cepat serta memberikan bantuan kepada lebih dari 680.000 orang selama tahap pertama Flash Appeal (Seruan Darurat) kemanusiaan tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.