Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Pemerintah Provinsi Jambi Kembangkan Ekonomi Hijau

3 Selasa, 05 Mei 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Upaya Pemerintah Provinsi Jambi Kembangkan Ekonomi Hijau Upaya Pemerintah Provinsi Jambi Kembangkan Ekonomi Hijau Doc: ANTARA/Agus Suprayitno
Ket. Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani saat membuka kegiatan closing meeting penerusan hibah on granting fase pra investasi program BioCF ISFL Provinsi Jambi Tahun 2022-2026 di Kota Jambi, Senin (4/5).

KOTA JAMBI - Provinsi Jambi kini berada di ambang pintu pasar karbon global seiring dengan keberhasilan implementasi program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). 

Peluang ini diharapkan dapat mengembangkan sumber pendapatan baru berbasis lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi nyata bagi daerah, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, di Kota Jambi, Senin.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri closing meeting penerusan hibah on granting fase prainvestasi program BioCF-ISFL Provinsi Jambi tahun 2022-2026.

BioCF-ISFL merupakan salah satu program dari Bank Dunia yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan lahan hutan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang holistik.

Wagub menjelaskan, bahwa melalui skema BioCF-ISFL, Provinsi Jambi berpotensi memperoleh 70 juta dolar AS dari pencapaian penurunan emisi sebesar 10 juta ton COe.

Angka itu dihitung dengan perkiraan harga karbon sebesar 7 dolar AS per ton COe. Bahkan, potensinya bisa lebih dari itu.

Menurut Wagub, program ini merupakan paradigma baru pembangunan, karena menjaga hutan tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Manfaat ekonomi tersebut akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan petani melalui insentif, pengembangan sistem pengelolaan lahan berkelanjutan (agroforestry), serta peluang usaha berbasis ekowisata dan ekonomi hijau.

"Program ini membuktikan bahwa hutan bukan hanya aset ekologis, melainkan juga memiliki nilai ekonomi yang nyata," tuturnya.

Ia meyakini Jambi memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan keberhasilan implementasi program penurunan emisi berbasis kinerja di Indonesia.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan menjadi bukti bahwa pelestarian alam berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jambi menempatkan agenda penurunan emisi dan pengelolaan lanskap berkelanjutan bukan sekadar sebagai program sektoral, melainkan sebagai bagian integral dari arah pembangunan daerah.

Terlebih lagi, Jambi memiliki potensi besar sumber daya hutan dan lahan seluas lebih dari 2,1 juta hektare.

Luasan tersebut mencakup ekosistem gambut dan kawasan mangrove yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan.

"Kita berkontribusi sekitar 10 persen dari target nasional melalui berbagai program penurunan emisi yang didukung pembiayaan daerah dan hibah internasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.