Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Benahi Sistem Parkir

3 Selasa, 07 Jul 2026, 15:23 WIB | Oleh:
Pemkot Bogor Benahi Sistem Parkir  Pemkot Bogor Benahi Sistem Parkir  Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berbenah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penataan di bidang transportasi dan jasa parkir.

Untuk itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, melakukan studi tiru pengelolaan parkir dan transportasi ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Senin (6/7).

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Abdul Wahid beserta jajaran, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bogor, Hendres Dedy Nugroho beserta jajaran, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor, Hidayatulloh.

“Kami ingin mencari dan menggali sebuah pembanding kebijakan di Kota Bandung tentang pengelolaan parkir di tepi jalan. Kalau secara target rata-rata Kota Bogor masih di angka Rp4 miliar, sering dianggap tidak relevan dengan Kota Bogor sebagai kota jasa,” ujar Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.

Secara fakta di lapangan, okupansi wisatawan dari luar Kota Bogor maupun warga lokal terus mengalami peningkatan, baik di sektor perhotelan, restoran, wisata, mal, hingga tempat hiburan. Di dalamnya tentu terdapat pengelolaan parkir kendaraan.

Namun, pendapatan dari sektor perparkiran belum sesuai target dan ekspektasi. Sehingga, Jenal Mutaqin mengatakan Pemkot Bogor juga memiliki rencana untuk memihakketigakan pengelolaan parkir tepi jalan.

Selain itu, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin juga ingin memperoleh pengetahuan mengenai cara dan langkah antisipasi kebocoran pendapatan dari sektor perparkiran tersebut.

“Ke depan, dengan potensi yang cukup signifikan di Kota Bogor, retribusi parking on street dengan zona yang sudah ditentukan bisa lebih maksimal. Makanya kami ingin tahu Kota Bandung pengelolaannya termasuk payment-nya seperti apa,” ungkap Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.

Termasuk mengenai pengawasan terhadap para juru parkir (jukir) yang jumlahnya tidak sedikit, di mana sebagian besar parkir tepi jalan masih menggunakan pembayaran tunai.

“Dan juga masalah angkutan kota yang saat ini terus kita lakukan penataan. Termasuk angkutan yang menjadi kewenangan provinsi,” ujar dia.

Dari hasil studi tiru yang dilakukan, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama, parkir liar atau parkir di luar lokasi resmi pemerintah harus diterapkan sanksi denda.

Selanjutnya, digitalisasi dan edukasi kepada para jukir harus terus dilakukan, termasuk pembinaan. Dishub Kota Bogor juga harus rutin melakukan operasi penertiban parkir liar setiap hari. Selain itu, jalan nasional juga harus bebas dari aktivitas parkir.

“Tempat parkir khusus harus dikerjasamakan dan dibentuk BLUD parkir. Dan menggali potensi serta menutupi kebocoran (retribusi),” tegas dia.

Rombongan Pemkot Bogor diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi. Ia mengatakan bahwa Pemkot Bandung sudah menerapkan digitalisasi di beberapa zona parkir.

“Kami melakukan penerapan pembayaran parkir tepi jalan non-tunai dengan pihak ketiga lewat UPT (Unit Pelaksana Teknis) Parkir. Mencegah kebocoran retribusi dan pungli (pungutan liar),” pungkas Rasdian Setiadi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Sel...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.