Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekspor Sepatu Olahraga RI Tembus Rp5,5 T, Kemenperin Gas Pol Dorong IKM Masuk Ritel

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 22:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekspor Sepatu Olahraga RI Tembus Rp5,5 T, Kemenperin Gas Pol Dorong IKM Masuk Ritel Doc: istimewa
Ket. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan ekosistem industri olahraga nasional sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar global

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan ekosistem industri olahraga nasional sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar global. Industri produk olahraga yang meliputi pakaian, sepatu, dan alat olahraga saat ini menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, bertambahnya pusat kebugaran, maraknya penyelenggaraan berbagai event olahraga, serta tumbuhnya komunitas olahraga di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, momentum tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar industri produk olahraga dalam negeri mampu menjadi tuan rumah di pasar domestik sekaligus memperluas penetrasi ke pasar ekspor.

“Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global,” kata Menperin di Jakarta, Jumat (5/6).

Sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem industri olahraga nasional, Kemenperin menyelenggarakan kegiatan “Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation” di Jakarta, Rabu (3/6). Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pakaian dan sepatu olahraga, industri alat olahraga, pelaku usaha ritel, organisasi olahraga, hingga berbagai mitra strategis potensial.

Menperin mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pakaian Olahraga Indonesia (ASPOIN), Ketua Induk Organisasi Cabang Olahraga (IOCO), serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mengapresiasi para pihak yang telah bersama-sama bersinergi untuk memperluas akses pasar yang berkelanjutan bagi IKM pakaian dan sepatu olahraga serta industri alat olahraga sehingga semakin terhubung dengan rantai pasok industri dan ritel nasional,” ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita menegaskan bahwa kegiatan business matching tidak sekadar menjadi ajang temu bisnis, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat penggunaan produk dalam negeri serta meningkatkan daya saing industri pendukung ekosistem olahraga.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pendukung ekosistem olahraga agar mampu berkembang, memperluas pasar, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional,” ungkap Reni.

Besarnya potensi industri pakaian dan sepatu olahraga tercermin dari jumlah pelaku usaha dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah industri kecil pakaian jadi mencapai sekitar 623 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,2 juta orang. Sementara itu, industri menengah pakaian jadi tercatat sebanyak 1.200 unit usaha yang menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja.

Selain itu, subsektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga menunjukkan kinerja yang kuat dengan sekitar 48 ribu industri kecil dan 415 industri menengah yang menyerap lebih dari 139 ribu tenaga kerja. Pada Triwulan I Tahun 2026, industri pakaian jadi berkontribusi sebesar 0,99 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sedangkan industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berkontribusi sebesar 1,30 persen.

Menurut Reni, potensi industri tersebut juga terlihat dari kinerja ekspornya. Data Pusat Data dan Informasi Kemenperin menunjukkan bahwa komoditas pakaian jadi (konveksi) dari tekstil dan sepatu olahraga termasuk dalam 20 komoditas manufaktur dengan nilai ekspor terbesar pada Februari 2026, masing-masing sebesar USD626,32 juta dan USD340,81 juta.

“Potensi tersebut menunjukkan bahwa industri pendukung ekosistem olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi bagian penting dalam penguatan struktur industri manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Selain pakaian dan sepatu olahraga, industri alat olahraga nasional juga terus menunjukkan perkembangan positif. Industri ini tersebar di berbagai daerah dan didukung oleh sentra-sentra IKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri nasional. Industri alat olahraga juga mampu menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam lima tahun terakhir, industri alat olahraga nasional menunjukkan tren yang semakin baik dengan kondisi neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus. Pada tahun 2025, nilai ekspor industri alat olahraga meningkat sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk-produk olahraga Indonesia juga telah berhasil menembus pasar internasional, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.