Investigasi untuk Dorong Peningkatan Keselamatan Transportasi
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu berdasarkan hasil investigasi KNKT selaku lembaga non-struktural yang bertugas mewujudkan keselamatan transportasi, menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor geometrik jalan.
Pada studi kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Solo-Ngawi pada 2018, disimpulkan terdapat hazard (bahaya) yaitu ada desain kecepatan tinggi, mixed traffic (gap kecepatan), tabrak depan, dan tabrak belakang.
Oleh karena itu KNKT merekomendasikan untuk dilakukan survei inspeksi keselamatan jalan (BPJN dan BPTD), segregasi lalu lintas dengan kecepatan yang berbeda, dan manajemen traffic calming (aksesibilitas vs keselamatan).
Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar jalan di Indonesia bukanlah jalan yang sengaja dibangun, melainkan jalan peninggalan jaman Belanda, jalan tikus, jalan setapak, jalan lingkungan yang kemudian dilebarkan dan diperkeras sehingga tampak menjadi bagus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jalan tersebut ada tanpa melalui kaidah keselamatan infrastruktur jalan yang baik yang terdiri dari audit keselamatan jalan, inspeksi keselamatan jalan, analisa dampak keselamatan jalan, manajemen daerah rawan kecelakaan, serta laik fungsi jalan, sehingga sangat mungkin jalan tersebut menyimpan banyak bahaya yang bisa kapan saja menyebabkan orang celaka.
Saat ini sudah banyak kendaraan listrik lalu lalang di jalanan. Rekomendasi keselamatan apa yang diterapkan KNKT terhadap makin banyaknya penggunaan kendaraan listrik?
KNKT telah menyampaikan sejumlah rekomendasi pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV), salah satunya yaitu penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang otomotif berbasis listrik. Hal ini diperlukan karena SDM ini mampu berkontribusi pada pencegahan kecelakaan maupun potensi bahaya di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita harus selalu bersiap siaga terhadap perubahan ataupun dinamika, baik peraturan, teknologi, material ataupun sistem baru di mana saat ini masih terus berkembang baik hasil penelitian atau adanya kasus-kasus baru yang mempengaruhi keselamatan, keandalan, keekonomian dan lainnya.
Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan harus benar-benar dipastikan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan juga sehat. Hanya personel terlatih yang disarankan untuk menangani keadaan tersebut. Tim tanggap darurat juga harus selalu standby selama kendaraan listrik beroperasi agar selalu dilakukan evaluasi, khususnya mengenai bahaya, kesulitan, serta mitigasi dan perbaikan SOP yang ada.
KNKT juga menemukan bahwa mobil listrik lebih berisiko terbakar saat berada di atas kapal laut. Kami telah sepakat dengan teman-teman Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) untuk membatasi jumlah kendaraan listrik menggunakan kapal dan kalau bisa EV itu ditaruh dekat ramp door kapal, karena itu salah satu solusi terbaik.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!