Investigasi untuk Dorong Peningkatan Keselamatan Transportasi
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKNKT sebelumnya telah meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan hal tersebut bisa terjadi di mana saja. Kami mengingatkan pihak KAI untuk lebih waspada memantau daerah yang rawan longsor dan banjir agar menjadi perhatian khusus karena dapat mengganggu perjalanan kereta api.
KNKT juga memberikan rekomendasi untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama dan pihak KAI sudah menjalankan dengan baik rekomendasi itu, sehingga masalah keselamatan bisa teratasi dengan baik.
Kami lihat bahwa apa yang menjadi konsen KNKT, terutama hal-hal yang sesuai dengan rekomendasi kami, apakah sudah dikerjakan atau belum untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama.
Saya mengapresiasi langkah KAI yang memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga keselamatan. KAI menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjutnya di tempat. Ini adalah praktik baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya bahkan pernah meminta kepada PT KAI (Persero) untuk mewaspadai cuaca panas yang dapat menyebabkan pemuaian rel kereta. Panas ekstrem mempengaruhi rel khususnya rel spaten (bengkok).
Insiden anjloknya Kereta Api Purwojaya relasi Gambir-Kroya memiliki keterkaitan dengan panas ekstrem yang menyebabkan pembengkokan rel kereta. Insiden ini menjadi pembelajaran bagi KAI bagaimana mendeteksi kemungkinan terjadinya spaten. Masalahnya, kondisi akan terjadi spaten itu sulit dideteksi, tetapi saya yakin dengan kemampuan dan pengalaman KAI, bisa dideteksi.
Cuaca panas ekstrem juga menjadi salah satu tantangan bagi transportasi udara. Panasnya yang cukup ekstrem sampai pesawat pun terpengaruh. Tiba-tiba komputer pesawat ngaco karena medan magnet yang ditimbulkan matahari begitu masif, sampai membuat pesawat itu menukik sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain cuaca, apa faktor utama lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan transportasi yang dicatat KNKT?
KNKT mencatat faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan transportasi lintas moda yang diinvestigasi sepanjang 2025. Temuan tersebut terlihat konsisten pada kecelakaan jalan raya, pelayaran, hingga penerbangan, meski karakter risikonya berbeda di setiap moda.
Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT menginvestigasi sembilan kecelakaan sepanjang 2025 dengan korban luka-luka sebanyak 69 orang. KNKT mencatat kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal di masyarakat sebagai “rem blong”, masih menjadi pola berulang pada kecelakaan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.
Selain itu, pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pemenuhan administrasi keselamatan dinilai belum berjalan optimal, termasuk uji kelayakan kendaraan secara berkala.
Terkait masalah perawatan, di dalam moda angkutan jalan ini masalah perawatan tidak seperti di tiga moda lainnya (penerbangan, pelayaran, dan perkeretaapian) yang diwajibkan melakukan perawatan khususnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah keselamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!