Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polres Kerinci Bahas Distribusi BBM Subsidi agar Tepat Sasaran

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polres Kerinci Bahas Distribusi BBM Subsidi agar Tepat Sasaran Doc: ANTARA
Ket. Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil (tengah) saat memimpin rapat koordinasi membahas distribusi BBM subsidi di Mapolres setempat dengan melibatkan antarinstansi, Rabu (3/6/2026).

SUNGAI PENUH – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci, Polda Jambi, membahas distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran.

Pembahasan dalam rapat koordinasi itu melibatkan masyarakat, manajemen SPBU, serta pemangku kebijakan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, kata Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil saat memimpin rakor di Mapolres Kerinci, Rabu (03/6).

​"Saya tegaskan tidak ada lagi kendaraan yang melansir atau menggunakan tangki modifikasi saat pengisian BBM di SPBU. Pihak SPBU juga harus proaktif mencegah penyalahgunaan barcode, jangan sampai terlibat dalam tindak pidana tersebut," tegasnya.

​Menurut dia, rapat ini dilaksanakan untuk membangun sinergitas antarinstansi dan menyamakan persepsi guna mengantisipasi kelangkaan solar serta penyalahgunaan kode batang (barcode) BBM.

Langkah ini juga diambil menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait antrean BBM yang memicu kemacetan lalu lintas, hingga adanya indikasi mobil mewah yang nekat mengonsumsi biosolar.

​Kapolres meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di kedua wilayah tersebut segera mengeluarkan surat edaran mengenai standar operasional prosedur (SOP) pengisian BBM.

Ia juga mengingatkan seluruh personel dan instansi terkait untuk tidak terlibat dalam membekingi aktivitas ilegal BBM.

​Rapat koordinasi tersebut menghasilkan lima poin kesepakatan utama.Poin-poin tersebut, meliputi pendataan ulang perizinan bagi UMKM penerima biosolar dari nol yang melibatkan Dinas Koperasi dan Dinas Ketahanan Pangan bersama Satuan Intelkam Polres Kerinci.

​Kesepakatan lainnya adalah penolakan tangki modifikasi, pembentukan tim pengawas terpadu, serta optimalisasi manajemen lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan di sekitar SPBU.

Selain itu, pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci diminta membuat surat edaran terkait regulasi pengisian BBM.

​"Sesuai regulasi, mobil mewah dilarang menggunakan biosolar. Kuota harian sudah diatur jelas, yakni maksimal 30 liter untuk kendaraan roda empat dan 60 liter untuk roda enam. Jika ada oknum aparat, baik Polri, TNI, maupun Satpol PP yang bermain, akan kita proses hukum," ungkap Ramadhanil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Megapolitan
Pemprov Terus Memperbaiki S...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.