Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbaikan Vokasi Dinilai Harus Menyeluruh

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Perbaikan Vokasi Dinilai Harus Menyeluruh Doc: antara
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perbaikan ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh untuk mewujudkan peningkatan kompetensi lulusannya di pasar kerja.

“Langkah pemberian sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis. Namun, harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6).

Seperti dikutip dari Antara, Lestari mengatakan pada tahun ini, Direktorat Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan kuota bantuan program sertifikasi bagi total 250.000 murid SMK di seluruh Indonesia.

Bantuan tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yakni 150.000 murid untuk sertifikasi kompetensi dan 100.000 murid untuk sertifikasi bahasa asing.

Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan vokasi.

Namun, ia menilai program itu saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan penguatan keterhubungan antara pendidikan dan industri.

“Peningkatan kualitas dan keterhubungan sekolah vokasi seperti SMK dengan sektor industri harus konsisten direalisasikan untuk menekan angka pengangguran,” kata dia.

Ia menyoroti data Badan Pusat Statistik per Februari 2026 bahwa tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK mencapai 7,74 persen. Angka itu tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.

Meski ada penurunan dari 8,63 persen pada Agustus 2025, kontribusi lulusan SMK terhadap total pengangguran nasional masih sebesar 22,35 persen, praktis menduduki peringkat kedua setelah lulusan SMA.

Menurut Lestari, kesenjangan keterampilan menjadi salah satu penyebab utama, sebagaimana tercermin dari data Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 2023 yang menunjukkan bahwa sekitar 57,3 persen pekerja di Indonesia mengalami ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan.

Maka dari itu, ia menekankan, upaya mewujudkan kesesuaian pendidikan kejuruan dan kebutuhan dunia usaha harus terus ditingkatkan.

“Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan dunia usaha agar lulusan pendidikan vokasi dapat terserap di dunia kerja dengan baik,” kata anggota Komisi X DPR RI itu.

Selaku legislator yang membidangi urusan pendidikan, Lestari mengingatkan bahwa berbagai langkah peningkatan kualitas pendidikan vokasi harus dipastikan keberlanjutan dengan perencanaan yang matang.

“Di tengah dinamika perekonomian dunia yang dipengaruhi sejumlah faktor, dibutuhkan kejelian membaca peluang dan komitmen semua pihak dalam memanfaatkan peluang tersebut dengan baik,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Luar Negeri
Tailan Tuding Kamboja Cari ...
Luar Negeri
PBB Serukan Tindakan Mendes...
Megapolitan
Korban Pungli Diganti Dua K...
Advertisement
BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.