Moody’s Sematkan Baa2, Seberapa Besar Daya Tarik Danantara Kini?
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim PenulisMoody’s menilai anggaran tahunan DIM yang dikonsolidasikan ke dalam anggaran keseluruhan BPI Danantara dan disetujui oleh 11 anggota Dewan Pengawas BPI Danantara, termasuk sembilan menteri aktif selain Ketua, akan menyediakan jalur langsung bagi pengawasan yang terkait dengan pemerintah atas alokasi sumber daya dan prioritas strategis DIM.
Selain itu, kerangka hukum juga mensyaratkan rencana kerja korporasi dan anggaran tahunan DIM untuk dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Moody’s menilai keputusan investasi DIM diatur oleh kerangka kerja persetujuan yang terstruktur, yang mana proposal investasi tunduk pada proses persetujuan bertingkat -mulai dari Komite Investasi internal DIM hingga Direksi dan Dewan Komisaris, dan berpotensi hingga BPI Danantara sebagai pemegang saham tunggal- tergantung pada ukuran transaksi dan materialitasnya.
"Sehingga memperkuat kedalaman pengawasan terhadap aktivitas investasi DIM," ujar Rachel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, Moody's menilai integrasi keuangan dalam struktur Danantara mendukung likuiditas DIM dan menegaskan kerangka kerja dukungan tersebut.
Di bawah struktur arus dana grup, dividen BUMN dikumpulkan di BPI Danantara dan kemudian dialokasikan, dengan sebagian disuntikkan ke DIM sebagai ekuitas untuk penempatan investasi.
Lalu, Moody's melihat bahwa DIM telah menerima suntikan modal awal sebesar Rp70 triliun pada tahun 2025, dengan tambahan Rp50 triliun yang diperkirakan pada tahun 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, dengan tunduk pada persetujuan dewan pengawas, BPI Danantara memiliki wewenang untuk bertindak sebagai penjamin bagi DIM, yang memperkuat kekuatan hubungan keuangan di dalam struktur tersebut.
“Prospek negatif pada peringkat DIM diselaraskan dengan prospek negatif pada peringkat kedaulatan pemerintah Indonesia, mencerminkan hubungan kredit yang kuat di antara keduanya,” ujar Rachel.
Moody’s menilai likuiditas DIM sangat baik yang didukung oleh suntikan modal yang diterima dari BPI Danantara.
DIM dinilai telah membangun saluran pendanaan eksternal, termasuk Rp68,4 triliun yang dihimpun melalui penerbitan Patriot Bonds (Obligasi Patriot) dan 10 miliar dolar AS fasilitas kredit bergulir (revolving credit facilities), yang mana 1 miliar dolar AS di antaranya telah berkomitmen.
Moody's melihat fasilitas kredit bergulir tersebut yang telah ditarik sebagian untuk penempatan dana ke reksa dana swasta (private funds) dan investasi terkait real estat. Perusahaan memperkirakan akan ada penarikan lebih lanjut seiring dengan berlanjutnya penempatan modal.
"DIM tidak memiliki kewajiban untuk membayar dividen dan tidak memiliki utang yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun ke depan," ujar Rachel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!