Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Menunggu Kepastian, Ekonom Desak Percepatan Perbaikan Iklim Usaha

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Menunggu Kepastian, Ekonom Desak Percepatan Perbaikan Iklim Usaha Doc: ANTARA/ Aprillio Akbar.
Ket. Ilustrasi - Foto udara suasana proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026).

JAKARTA – Penguatan iklim usaha menjadi faktor penting dalam mendorong investasi, ekspansi bisnis, dan penciptaan lapangan kerja.

Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan penyederhanaan regulasi dan perizinan, tetapi juga kepastian hukum, stabilitas kebijakan, serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi.

Iklim usaha yang kondusif dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk menanamkan modal dan memperluas kegiatan produksi.

Dalam jangka panjang, perbaikan iklim usaha berperan strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional serta memperkuat ketahanan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mendorong penguatan iklim usaha untuk memperkuat arus investasi asing masuk ke Indonesia.

Saat dihubungi di Jakarta, Jumat (12/6), ia menyampaikan untuk menarik investasi asing secara berkelanjutan, diperlukan sejumlah pembenahan yang mampu meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Menurut dia, faktor pertama yang harus dipastikan adalah kepastian hukum bagi pelaku usaha. Selain itu, investor juga akan mempertimbangkan prospek pasar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan sebelum menanamkan modal.

Esther menambahkan ketersediaan bahan baku yang memadai, ekosistem usaha yang mendukung, serta integrasi dengan rantai pasok global menjadi faktor penting lainnya dalam menarik investor asing.

Di sisi lain, dukungan infrastruktur dasar seperti energi, listrik, dan air yang andal juga menjadi syarat utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan negara tujuan investasi lainnya.

Lebih lanjut, harmonisasi peraturan antar instansi baik pusat maupun daerah juga diperlukan agar investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya.

Indef menilai penguatan iklim investasi menjadi semakin penting mengingat sejumlah indikator fundamental ekonomi masih menghadapi tekanan meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat cukup tinggi.

Dalam kajian yang dilakukan pihaknya, Indef mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen masih ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah, sementara investasi, manufaktur, dan perdagangan luar negeri belum cukup kuat menopang pertumbuhan jangka panjang.

Kajian tersebut juga menunjukkan tekanan terhadap rupiah, cadangan devisa, serta meningkatnya risiko fiskal menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional masih menghadapi tantangan yang perlu diantisipasi.

Oleh karena itu, Indef merekomendasikan agar pemerintah tidak hanya berfokus mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas pertumbuhan, produktivitas, dan daya tahan ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Luar Negeri
20 Negara Dorong Standar Ke...
Luar Negeri
EBT Global Tumbuh Rekor Nam...
Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...

Formula 1 Pangkas Jarak Balapan Mulai 2027

1 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Pangkas Jarak Bal...
Megapolitan
Antikorupsi Diedukasikan ke...

Mbappe Terus Tunjukkan Keyakinan Raih Ballon d'Or 2026

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Mbappe Terus Tunjukkan Keya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.