Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Moody’s Sematkan Baa2, Seberapa Besar Daya Tarik Danantara Kini?

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Moody’s Sematkan Baa2, Seberapa Besar Daya Tarik Danantara Kini? Doc: Istimewa.
Ket. Istimewa - Wisma Danantara Indonesia.

JAKARTA – Danantara Investment Management diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi negara secara lebih terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan nilai aset, memperkuat pembiayaan sektor-sektor prioritas, serta menarik investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, efektivitas lembaga ini akan sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang kuat, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara tujuan komersial dan kepentingan pembangunan.

Tanpa mekanisme pengawasan yang kredibel, potensi manfaat ekonomi yang besar dapat tereduksi oleh risiko pengelolaan dan konflik kepentingan.

Lembaga pemeringkat global Moody's Ratings (Moody's) memberikan peringkat emiten Baa2 untuk pertama kalinya kepada PT Danantara Investment Management (DIM), namun menetapkan outlook negatif sejalan dengan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia.

Moodys menetapkan peringkat sementara Baa2 untuk program surat utang jangka menengah (MTN) global senior tanpa jaminan yang diterbitkan oleh DIM dan memberikan peringkat Baa2 untuk rencana penerbitan surat utang senior tanpa jaminan oleh DIM, yang semua prospek peringkat tersebut ditetapkan negatif.

"Peringkat emiten Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatif ini diselaraskan dengan peringkat kedaulatan (sovereign rating) pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), yang didukung oleh hubungan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikannya di dalam kerangka institusional Danantara serta ekspektasi kami akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah," ujar Vice President dan Analis Senior Moody's Ratings, Rachel Chua sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu (3/6).

Moody’s menyatakan peringkat emiten Baa2 DIM diselaraskan dengan peringkat kedaulatan Baa2 pemerintah Indonesia, yang mencerminkan hubungan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah.

Adapun, hubungan tersebut mencakup struktur kepemilikan DIM, perannya di dalam BPI Danantara, dan ekspektasi Moody's terhadap adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah.

Kemudian, Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai emiten terkait pemerintah atau Government Related Issuer (GRI), dan menerapkan pendekatan top-down.

Selain itu, tidak ada Penilaian Kredit Dasar atau Baseline Credit Assessment (BCA) yang diberikan, mencerminkan tahap perkembangan DIM yang baru lahir, rekam jejak yang terbatas, dan tidak adanya operasi mandiri yang signifikan.

“Oleh karena itu, peringkat ini utamanya didorong oleh keterkaitan kedaulatan (sovereign linkage) alih-alih kekuatan kredit mandiri," ujar Rachel. ​​​​

Moody’s mempertimbangkan tingginya tingkat pengawasan pemerintah dan integrasi tata kelola, yang mendukung kemungkinan sangat tinggi akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu.

Adapun, integrasi tata kelola lebih lanjut diperkuat oleh adanya tumpang tindih (overlap) pada manajemen senior dan perwakilan dewan antara BPI Danantara dan DIM, yang mendukung penyelarasan strategi dan eksekusi investasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.