Diplomasi Ekonomi Jadi Kunci, Kadin Ingin RI Lebih Agresif Rebut Investasi
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Diplomasi ekonomi menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi suatu negara di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Melalui diplomasi ekonomi, pemerintah berupaya membuka akses pasar, menarik investasi, memperluas kerja sama perdagangan, serta mengamankan kepentingan ekonomi nasional di berbagai forum internasional.
Strategi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ekspor dan arus modal masuk, tetapi juga pada penguatan daya saing industri domestik dan diversifikasi mitra ekonomi.
Dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, diplomasi ekonomi yang efektif dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ketahanan ekonomi nasional.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya penguatan diplomasi ekonomi sebagai strategi untuk mendorong peningkatan investasi dan perdagangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, dalam agenda Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast, yang menghadirkan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai narasumber utama di Jakarta, Jumat (12/6).
Dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Anindya mengatakan diplomasi ekonomi menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Menurut dia, keterlibatan dunia usaha dalam agenda diplomasi ekonomi pemerintah kini semakin terbuka di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini adalah bentuk terbaik dari diplomasi ekonomi. Tidak banyak kesempatan ketika pemerintah dan dunia usaha dapat berjalan bersama dalam mendorong kepentingan ekonomi nasional. Kadin sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah yang melibatkan sektor swasta dalam berbagai agenda diplomasi ekonomi internasional," ujar Anindya.
Ia mencontohkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang turut melibatkan Kadin Indonesia dalam agenda business-to-business (B2B). Dalam kunjungan tersebut, Kadin bersama mitra di Prancis membentuk France-Indonesia High Level Business Council sebagai wadah kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara.
Menurut Anindya, forum tersebut berhasil mempertemukan perusahaan-perusahaan besar dari Indonesia dan Prancis dengan nilai total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS.
Dari pertemuan itu, tercapai kesepakatan bisnis baru senilai 3,5 miliar dolar AS, melengkapi komitmen investasi sebesar 11 miliar dolar AS yang telah dicapai sebelumnya saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.
Lebih lanjut, Kadin terus mengembangkan berbagai inisiatif seperti program We Buy From Indonesia untuk memperkenalkan produk nasional yang telah menjadi bagian dari rantai pasok global, serta Kadin Export Academy guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha nasional dalam menembus pasar ekspor.
Sementara itu, Sugiono menegaskan diplomasi ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!