Menuju Musim Panen Puncak, Produksi Beras RI Berpotensi Sentuh 7,92 Juta Ton
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Produksi beras nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Indonesia.
Peningkatan produksi mencerminkan keberhasilan berbagai upaya, mulai dari perluasan areal tanam, penggunaan benih unggul, hingga dukungan infrastruktur irigasi dan mekanisasi pertanian.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan, pertumbuhan produksi beras juga berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pada impor serta memperkuat cadangan pangan nasional.
Namun, keberlanjutan produksi tidak hanya bergantung pada hasil panen yang tinggi, tetapi juga pada kemampuan meningkatkan produktivitas, menjaga kesejahteraan petani, dan memperkuat rantai distribusi agar pasokan beras tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan potensi produksi beras nasional pada periode Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,92 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Selasa (2/6), mengatakan potensi produksi beras tersebut berasal dari proyeksi produksi padi yang diperkirakan mencapai 13,75 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Mei-Juli 2026.
"Oleh karna itu potensi produksi beras untuk Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata dia.
Ia menjelaskan bahwa potensi luas panen padi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun 0,65 persen dibandingkan Mei-Juli 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, BPS mencatat produksi padi nasional selama Januari-April 2026 mencapai 24,36 juta ton GKG atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, produksi beras nasional pada Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton atau naik 0,12 persen secara tahunan.
Pada April 2026, realisasi luas panen padi tercatat sebesar 1,40 juta hektare atau turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta hektare.
Selain padi, BPS juga mencatat perkembangan positif pada komoditas jagung. Luas panen jagung pada April 2026 mencapai 0,24 juta hektare atau meningkat 4,90 persen dibandingkan April tahun lalu.
Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) pada April 2026 tercatat sebesar 1,38 juta ton atau naik 8,15 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, produksi jagung selama Januari-April 2026 mencapai 6,02 juta ton, naik tipis 0,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!