Diprotes Malaysia Imbas Pembatalan Kontrak Rudal, Norwegia Buka Suara dan Minta Maaf
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 14:57 WIB | Oleh: Deri HenriawanISTANBUL - Norwegia dilaporkan meminta maaf kepada Malaysia atas pembatalan izin ekspor sistem Rudal Serang Angkatan Laut (NSM), tetapi tetap mempertahankan keputusannya untuk mencabut kesepakatan tersebut.
Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengatakan isu ini dibicarakan dalam pertemuan bilateral dengan Menhan Norwegia Tore O. Sandvik di sela-sela Dialog Shangri-La akhir pekan lalu di Singapura.
“Saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Norwegia dan beliau menyampaikan permintaan maafnya, tetapi juga menjelaskan dasar pembatalan tersebut,” kata Khaled seperti dikutip Malay Mail, Minggu (31/5).
Berita ini muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengkritisi keputusan Oslo, memperingatkan bahwa pembatalan tersebut dapat secara signifikan mengganggu kesiapan pertahanan Malaysia dan mengubah dinamika keamanan regional yang lebih luas.
Norwegia dilaporkan membenarkan langkah tersebut atas dasar keamanan nasional—alasan yang disebut Anwar “sepihak dan tidak dapat diterima.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Perselisihan ini berpusat pada akuisisi sistem rudal anti-kapal NSM oleh Malaysia sebagai bagian dari program modernisasi Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship), yang merupakan komponen kunci dari strategi angkatan laut jangka panjang Kuala Lumpur. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!