Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maroko Tak lagi Sekadar Penggembira, Singa Atlas Berambisi Melanjutkan Keajaiban Qatar di Piala Dunia 2026

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 09:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Maroko Tak lagi Sekadar Penggembira,  Singa Atlas Berambisi Melanjutkan Keajaiban Qatar di Piala Dunia 2026 Doc: AFP
Ket. Timnas Maroko.

Empat tahun lalu, Maroko mengukir sejarah yang mengubah peta sepak bola dunia. Di Piala Dunia 2022 Qatar, Singa Atlas menjelma menjadi sensasi terbesar turnamen setelah menembus semifinal dan menjadi negara Afrika pertama yang mencapai empat besar ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.

Kini, saat Piala Dunia 2026 siap digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Maroko datang dengan identitas yang berbeda. Mereka bukan lagi tim yang berharap mencuri perhatian lewat kejutan sesaat. Status mereka telah berubah menjadi salah satu kekuatan baru yang disegani dan diperhitungkan oleh negara-negara elite sepak bola dunia.

Keberhasilan di Qatar tidak hanya mengangkat nama Maroko, tetapi juga mengubah persepsi terhadap sepak bola Afrika. Jika selama ini wakil-wakil Afrika kerap dipandang sebagai pelengkap kompetisi, Maroko membuktikan bahwa mereka mampu bersaing sejajar dengan kekuatan tradisional Eropa dan Amerika Selatan.

Generasi emas yang dibangun dalam satu dekade terakhir kini memasuki fase matang. Para pemain inti tampil reguler di kompetisi elite Eropa, memiliki pengalaman bertanding di level tertinggi, dan membawa mentalitas pemenang yang semakin kuat.

Perjalanan Maroko di panggung Piala Dunia dimulai pada 1970 di Meksiko. Namun, dunia mulai benar-benar mengenal kualitas mereka pada edisi 1986.

Saat itu Maroko mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia. Lebih mengesankan lagi, mereka finis sebagai juara grup yang dihuni Inggris, Polandia, dan Portugal. Langkah mereka memang terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Jerman Barat, tetapi prestasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan sepak bola Afrika.

Setelah tampil pada edisi 1994 dan 1998, Maroko sempat mengalami periode panjang tanpa kehadiran di putaran final. Mereka baru kembali tampil di Rusia 2018. Meski gagal lolos dari fase grup, turnamen itu menjadi fondasi lahirnya generasi yang kemudian mencetak sejarah di Qatar.

Di Piala Dunia 2022, Maroko tampil luar biasa. Mereka menahan imbang Kroasia pada fase grup, mengalahkan Belgia, lalu menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti pada babak 16 besar. Kejutan berlanjut ketika Portugal berhasil dikalahkan pada perempat final.

Kekuatan utama Maroko kala itu terletak pada organisasi pertahanan yang nyaris sempurna. Disiplin taktik, kerja sama antarlini, serta efektivitas serangan balik membuat tim-tim besar kesulitan membongkar pertahanan mereka.

Perjalanan fenomenal tersebut baru terhenti di semifinal setelah kalah dari Prancis. Meski akhirnya harus puas finis di posisi keempat, pencapaian itu tetap tercatat sebagai salah satu kisah paling bersejarah dalam perjalanan Piala Dunia.

Memasuki Piala Dunia 2026, Maroko tidak lagi memiliki keuntungan sebagai tim yang dipandang sebelah mata. Seluruh peserta kini memahami kualitas yang dimiliki Singa Atlas.

Meski demikian, pengalaman yang mereka kumpulkan dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi modal berharga. Maroko memiliki skuad yang seimbang, kombinasi antara pemain berpengalaman dan talenta muda yang tengah berkembang.

Sorotan utama tentu tertuju kepada Achraf Hakimi. Bek sayap yang menjadi pilar Paris Saint-Germain itu merupakan simbol generasi emas Maroko. Kecepatannya dalam membantu serangan dan kemampuannya bertahan menjadikan Hakimi salah satu bek terbaik dunia saat ini.

Di lini tengah, keberadaan Sofyan Amrabat memberikan keseimbangan permainan. Gelandang pekerja keras tersebut dikenal memiliki daya jelajah tinggi serta kemampuan membaca permainan lawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Persiapan Asian Games, Voli Putra Pemanasan di Kamboja

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persiapan Asian Games, Voli...
Daerah
BPBD Menyebut Asap Karhutla...
Daerah
20.500 Narapidana di Jabar ...
Daerah
Program Zero Waste to Money...
Megapolitan
Bupati Banyumas Pastikan Bu...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.