Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PMI Salurkan Bantuan Medis untuk Warga Iran Terdampak Konflik

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 13:40 WIB | Oleh:
PMI Salurkan Bantuan Medis untuk Warga Iran Terdampak Konflik Doc: Antara Foto
Ket. Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat ke Iran, merespons krisis kemanusiaan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat ke Iran, merespons krisis kemanusiaan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang masih dirasakan dampaknya oleh masyarakat hingga saat ini.

“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” ujar Sekretaris Jenderal PMI A.M. Fachir di Jakarta, Jumat.

Sektor kesehatan Iran kini berada dalam tekanan berat akibat kerusakan infrastruktur fisik dan terganggunya rantai pasok medis. Mengutip data resmi Kementerian Kesehatan Iran, Fachri menyebutkan sedikitnya 50 rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan langsung maupun gelombang ledakan di sekitarnya.

"Beberapa fasilitas yang terdampak di antaranya Hospital Gandhi di Teheran serta sebuah rumah sakit jiwa di ibu kota. Puluhan pusat layanan kesehatan terpaksa berhenti beroperasi," katanya.

Agresi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta fasilitas kesehatan, dan menyebabkan ribuan korban jiwa maupun luka-luka. Selain itu, katanya, serangan yang berlangsung secara masif menghancurkan berbagai pusat pelayanan kesehatan esensial, mulai dari tingkat desa hingga kota besar.

Dia juga menyebutkan bahwa lebih dari 180 pusat kesehatan primer, pos kesehatan pedesaan (health houses), dan klinik komunitas mengalami kerusakan sehingga memutus akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Serangan tersebut juga berdampak pada lumpuhnya kemampuan domestik Iran dalam memproduksi obat-obatan akibat rusaknya sejumlah fasilitas utama industri farmasi.

“Bantuan ini bukan hanya sekadar penyampaian bantuan kemanusiaan. Lebih dari itu, ini adalah perwujudan nyata dari komitmen kita untuk menghadirkan empati, kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta solidaritas rakyat Indonesia terhadap rakyat Iran.

Pihaknya berharap donasi ini dapat mendukung upaya kemanusiaan dan layanan bantuan medis yang sedang berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Minister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Islamabad Rahmat Hindiarta Kusuma menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif PMI dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut melalui Iran Red Crescent.

“Sejak awal, KBRI Islamabad telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta mengidentifikasi vendor dan melakukan market survey terkait ketersediaan stok obat-obatan dan alat kesehatan,” katanya.

Senada, Kepala Markas PMI Pusat Arifin Muh Hadi yang memimpin langsung proses pengadaan bantuan di Islamabad, Pakistan menjelaskan bahwa pengadaan bantuan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak.

“PMI dalam melakukan pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan darurat sepenuhnya difasilitasi oleh KBRI Islamabad, serta melibatkan Pakistan Red Crescent Society (PRCS) dan Kedutaan Besar Iran di Islamabad. Kami juga melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan Iran Red Crescent di Teheran serta KBRI Teheran,” jelas Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menyampaikan bahwa bantuan dengan total nilai mencapai Rp2 miliar tersebut akan dikirim menggunakan dua kontainer berukuran 40 kaki.

“Seluruh proses pengadaan saat ini telah selesai 100 persen dan minggu depan bantuan akan segera dikirim menuju Taftan, wilayah perbatasan Pakistan dan Iran. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri (APD), peralatan kesehatan darurat atau wounded and injury kits, peralatan bedah minor, serta obat-obatan esensial lainnya,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.